Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Tenayan Raya
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan untuk mencegah komplikasi. Kepatuhan terhadap pengobatan menjadi kunci keberhasilan pengendalian DM, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan, persepsi diri, dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketiga faktor tersebut dengan kepatuhan pengobatan pada penderita DM. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Maret-Agustus 2025, pada 59 responden, dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Kuesioner pengetahuan (Diabetes Knowledge Questionnaire), kuesioner persepsi diri, kuesioner dukungan keluarga, dan kuesioner kepatuhan pengobatan (Diabetes Self-Management Questionnaire). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan yaitu 39 orang (66,1%) memiliki pengetahuan baik, 39 orang (66,1%) memiliki persepsi diri positif, 43 orang (72,9%) mendapat dukungan keluarga sedang, dan 37 orang (62,7%) memiliki kepatuhan pengobatan baik. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,001), persepsi diri (p=0,027), dan dukungan keluarga (p=0,011) dengan kepatuhan pengobatan. Artinya terdapat hubungan antara pengetahuan, persepsi diri dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan intervensi berbasis edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan pasien, penguatan motivasi diri, serta pelibatan keluarga secara aktif dalam pengelolaan penyakit, guna mendorong kepatuhan yang lebih optimal dalam pengobatan.
Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder that requires continuous management to prevent complications. Adherence to treatment is key to successful DM control and is influenced by several factors, including knowledge, self- perception, and family support. This study aimed to analyze the relationship between these factors and treatment adherence among DM patients. This quantitative research employed an analytical observational design with a cross- sectional approach. The study was conducted from March to August 2025 on 59 respondents selected through purposive sampling. Research instruments included the Diabetes Knowledge Questionnaire, self-perception questionnaire, family support questionnaire, and Diabetes Self-Management Questionnaire. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that 39 respondents (66.1%) had good knowledge, 39 (66.1%) had positive self-perception, 43 (72.9%) had moderate family support, and 37 (62.7%) demonstrated good treatment adherence. Statistical analysis indicated significant relationships between knowledge (p=0.001), self-perception (p=0.027), and family support (p=0.011) with treatment adherence. These findings suggest that knowledge, self-perception, and family support are associated with treatment adherence in DM patients. Future research should develop health education-based interventions to improve patient knowledge, strengthen self-motivation, and actively involve families in disease management to promote optimal treatment adherence.