Skripsi (S1)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN JAMBAN RUMAH TANGGA DI DESA KELUMU WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS DAIK TAHUN 2026

person ROTUA RESMIA OMPUSUNGGU
calendar_today 2026
school S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat (RPL)

Institutional Metadata

Student ID 25421027
Study Program
S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat (RPL)
Faculty Fakultas Kesehatan & Informatika
Thesis Type Skripsi (S1)
Supervisor Dr. Dwi Sapta Aryantiningsih,SKM.M.Kes
Upload Date 15 September 2026
Keywords
JAMBAN SEHAT PENGETAHUAN SIKAP KEBIASAAN PENDAPATAN KELUARGA RUMAH TANGGA

Abstract

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT (S1) FAKULTAS KESEHATAN DAN INFORMATIKA INSTITUT KESEHTAN PAYUNG NEGERI PEKANBARU Skripsi, Agustus 2026 Rotua Resmia OS 25421027 Faktor Yang Mempengaruhi Ketersediaan Jamban Di Rumah Tangga Desa Kelumu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Daik Lingga Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 xiii + 60 Halaman + 8 Tabel + 2 Gambar + 10 Lampiran INTISARI Sanitasi merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ketersediaan jamban sehat di rumah tangga berperan dalam mencegah pencemaran lingkungan dan penularan penyakit berbasis lingkungan. Di Desa Kelumu masih ditemukan rumah tangga yang memiliki jamban tetapi belum memenuhi persyaratan kesehatan, sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan ketersediaan jamban sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap kebiasaan masyarakat, dan pendapatan keluarga dengan ketersediaan jamban sehat di rumah tangga Desa Kelumu wilayah kerja UPTD Puskesmas Daik, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 354 rumah tangga dengan sampel sebanyak 35 rumah tangga yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 rumah tangga (57,1%) memiliki jamban sehat dan 15 rumah tangga (42,9%) memiliki jamban yang belum memenuhi persyaratan kesehatan. Sebanyak 24 responden (68,6%) memiliki pengetahuan baik, 19 responden (54,3%) memiliki sikap kebiasaan sehat yang baik, dan 18 responden (51,4%) memiliki pendapatan rendah. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan secara signifikan dengan ketersediaan jamban sehat (p=1,000), sedangkan sikap kebiasaan (p=0,024) dan pendapatan keluarga (p=0,047) memiliki hubungan yang signifikan dengan ketersediaan jamban sehat. Dapat disimpulkan bahwa sikap kebiasaan dan pendapatan keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan ketersediaan jamban sehat pada rumah tangga di Desa Kelumu, sedangkan pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Oleh karena itu, peningkatan ketersediaan jamban sehat perlu didukung melalui perubahan perilaku masyarakat serta dukungan bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

PUBLIC HEALTH SCIENCES STUDY PROGRAM (S1) FACULTY OF HEALTH AND INFORMATICS INSTITUE OF HEALTH PAYUNG NEGERI PEKANBARU Thesis, August 2026 Rotua Resmia Os 25421027 Factors Affecting the Availability of Household Latrines in Kelumu Village, within the Working Area of Daik Public Health Center, Lingga Regency, Riau Islands Province, in 2026 xiii + 60 Pages + 8 table + 2 Schemes + 10 Appendices ABSTRAC Sanitation is an important component of improving public health. The availability of sanitary latrines in households plays an essential role in preventing environmental contamination and the transmission of environment-related diseases. In Kelumu Village, some households still have latrines that do not meet health requirements; therefore, it is necessary to identify factors associated with the availability of sanitary latrines. This study aimed to determine the relationship between knowledge, community attitudes and habits, family income, and the availability of sanitary latrines among households in Kelumu Village, within the working area of the Daik Public Health Center, Lingga Regency, Riau Islands Province, in 2026. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population consisted of 354 households, with 35 households selected as samples using purposive sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets and analyzed through univariate and bivariate analyses using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test, with a significance level of α=0.05. The results showed that 20 households (57.1%) had sanitary latrines, while 15 households (42.9%) had latrines that did not meet health requirements. A total of 24 respondents (68.6%) had good knowledge, 19 respondents (54.3%) had good sanitation-related attitudes and habits, and 18 respondents (51.4%) had low family income. Bivariate analysis showed that knowledge was not significantly associated with the availability of sanitary latrines (p=1.000), whereas attitudes and habits (p=0.024) and family income (p=0.047) were significantly associated with sanitary latrine availability. In conclusion, attitudes and habits and family income were significantly associated with the availability of sanitary latrines among households in Kelumu Village, while knowledge showed no significant association. Therefore, efforts to improve sanitary latrine availability should emphasize behavioral change and provide appropriate support for economically disadvantaged households.

Available Document Assets

article
Cover Ready for download
article
Table of Contents Ready for download
article
Abstract Ready for download
article
References Ready for download
auto_stories

Full Manuscript

library_books
Available in Library Archive The complete manuscript is available at the Library Institut Kesehatan Payung Negeri.

Research Snapshot

2026 • Fakultas Kesehatan & Informatika

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERSEDIAAN JAMBAN RUMAH TANGGA DI DESA KELUMU WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS DAIK TAHUN 2026

ROTUA RESMIA OMPUSUNGGU
contact_support