Faktor Yang Mempengaruhi Nyeri Punggung Atas Pada Buruh Angkut Di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Nyeri punggung atas (upper back pain) merupakan keluhan pada ruas tulang belakang torakal yang termasuk gangguan muskuloskeletal. Kondisi ini sering dialami pekerja sektor informal, seperti buruh angkut, akibat aktivitas bongkar muat yang dilakukan secara manual maupun dengan bantuan alat. Di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru, sebagian responden masih mengangkat beban langsung, namun lebih dominan menggunakan alat bantu dengan kapasitas berlebih sehingga tetap berisiko menimbulkan keluhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang memengaruhi nyeri punggung atas pada buruh angkut. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan total sampling pada 40 responden. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) dan observasi postur kerja dengan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 55% responden mengalami nyeri punggung atas, dengan faktor yang berpengaruh adalah beban kerja (p=0,030; OR=5,333), sedangkan postur kerja tidak berhubungan. Disimpulkan bahwa beban berlebih, baik melalui pengangkatan manual maupun penggunaan alat bantu, merupakan faktor utama penyebab nyeri punggung atas pada buruh angkut. Kata Kunci : Keluhan, Nyeri, Punggung Atas, Buruh Angkut
Upper back pain is a complaint in the thoracic spine and is a musculoskeletal disorder. This condition is often experienced by informal sector workers, such as porters, due to loading and unloading activities carried out manually or with the help of tools. At the Duku River Port in Pekanbaru, some respondents still lift loads directly, but more often use assistive devices with excessive capacity, which increases the risk of causing complaints. This study aims to analyze factors influencing upper back pain in porters. The study design used a quantitative cross-sectional approach with a total sampling of 40 respondents. The research instruments included the Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) and observation of work posture using the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) method. Analysis used the Chi-Square test. The results showed that 55% of respondents experienced upper back pain, with workload being the influencing factor (p=0.030; OR=5.333), while work posture was not related. It was concluded that excessive load, either through manual lifting or the use of assistive devices, is the main factor causing upper back pain in porters. Keywords: Complaints, Pain, Upper Back, Porters