FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU TENAGA KESEHATAN TERHADAP PEMILAHAN LIMBAH MEDIS PADAT DI UPTD PUSKESMAS PANCUR KABUPATEN LINGGA TAHUN 2026
Institutional Metadata
Abstract
Limbah medis padat merupakan limbah berbahaya dari pelayanan kesehatan yang berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Di UPTD Puskesmas Pancur Kabupaten Lingga masih ditemukan limbah medis di ruang pelayanan kesehatan yang tidak sesuai klasifikasi atau SOP pengelolaan limbah di puskesmas. Pemilahan limbah yang tidak tepat dapat menyebabkan infeksi, kecelakaan kerja dan pencemaran lingkungan. Faktor yang mempengaruhi perilaku tenaga kesehatan dengan pemilahan limbah medis padat di UPTD Puskesmas Pancur Kabupaten Lingga. Metode Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel berjumlah 32 Tenaga Kesehatan yang melakukan pelayanan langsung terhadap pasien dan menghasilkan limbah. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square melalui aplikasi SPSS. Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,357), sikap (p=0,198) dan kelengkapan sarana prasarana (p=0,805) dengan pemilahan limbah medis padat di UPTD Puskesmas Pancur. Disarankan pihak Puskesmas meningkatkan pengawasan dan menyediakan fasilitas pelatihan agar Tenaga Kesehatan yang cukup bisa lebih teliti dan patuh dalam pemilahan limbah medis padat di masing-masing ruangan.
Solid medical waste is hazardous waste generated by healthcare services that has the potential to pose risks to human health and the environment. At the UPTD Puskesmas Pancur, Lingga Regency, medical waste was still found in healthcare service rooms that did not comply with the waste classification or standard operating procedures (SOP) for waste management at the health center. Improper waste segregation can lead to infection, occupational accidents, and environmental pollution. This study examines the factors influencing the behavior of health workers regarding the segregation of solid medical waste at the UPTD Puskesmas Pancur, Lingga Regency. This research method uses a quantitative design with a cross-sectional study approach. The sample consisted of 32 health workers who provide direct services to patients and generate waste. The research instrument used was a questionnaire. Data analysis was performed using the Chi-Square test through the SPSS application. The results of this study concluded that there was no significant relationship between knowledge (p=0.357), attitude (p=0.198), and completeness of facilities and infrastructure (p=0.805) with the segregation of solid medical waste at the UPTD Puskesmas Pancur. It is recommended that the Puskesmas improve supervision and provide training facilities so that health workers can be more thorough and compliant in segregating solid medical waste in each room.