Gambaran Dukungan Keluarga Pada Perilaku Kontrol Kadar Gula Darah Pada Lansia Diabetes Melitus Dipuskesmas Rejosari
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan jumlah penderita sangat tinggi didunia. Penyakit diabetes ini merupakan penyakit yang memerlukan waktu cukup lama untuk diobati serta dapat membuat penderitanya merasa putus asa akan kesembuhannya. Untuk itu diperlukannya dukungan keluarga agar dapat meningkatkan perilaku kontrol gula darah yang baik. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Dukungan Keluarga Pada Perilaku Kontrol Kadar Gula Darah Pada Lansia Diabetes Melitus Di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Metode Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 69 orang yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar dukungan keluarga baik yakni 35 responden (50,7%) dan sebagian besar perilaku control gula darah responden baik yakni 29 responden (42,0%). Kesimpulan: dukungan keluarga di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik dan memiliki perilaku kontrol gula darah baik. Saran: Meningkatkan dukungan keluarga dengan cara memberikan edukasi terhadap keluarga tentang pentingnya dukungan keluarga bagi kepatuhan kontrol rutin pada penderita diabetes mellitus sehingga dukungan informasional dapat terpenuhi
Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease with a very high number of sufferers in the world. Diabetes is a disease that takes a long time to treat and can make sufferers feel hopeless about their recovery. For this reason, family support is needed to improve good blood sugar control behavior. The aim of this research is to determine the description of family support in blood sugar control behavior in elderly people with diabetes mellitus at the Rejosari Community Health Center, Pekanbaru City. This research method uses a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The sample for this research was 69 people taken based on inclusion criteria using purposive sampling techniques. Carried out using a family support questionnaire. The results of this research showed that most of the family support was good, namely 35 respondents (50.7%) and the majority of respondents' blood sugar control behavior was good, namely 29 respondents (42.0%). Conclusion: family support at the Rejosari Community Health Center, Pekanbaru City, most respondents have good family support and have good blood sugar control behavior. Suggestion: Increase family support by providing education to families about the importance of family support for compliance with routine control in diabetes mellitus sufferers so that informational support can be met.