Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Tentang Telemedicine Di Prodi S1 Keperawatan Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Perkembangan telemedicine telah mempermudah layanan kesehatan jarak jauh, namun masih terdapat kendala dalam pemahamannya, terutama di kalangan mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan. Studi pendahuluan di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa belum memahami telemedicine secara mendalam, yang dapat menjadi hambatan dalam penerapannya di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan mahasiswa S1 Keperawatan mengenai telemedicine. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel 74 mahasiswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,6% mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan baik, 48,6% cukup, dan 2,7% kurang, mayoritas mahasiswa memiliki pemahaman cukup hingga baik mengenai telemedicine, meskipun masih terdapat kelompok kecil dengan pengetahuan rendah. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital dan integrasi pembelajaran berbasis teknologi dalam kurikulum diperlukan agar mahasiswa lebih siap menghadapi era digitalisasi layanan kesehatan.
The development of telemedicine has facilitated remote health services, but there are still obstacles in understanding it, especially among nursing students as prospective health workers. Preliminary studies at Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru show that some students do not understand telemedicine in depth, which can be an obstacle in its application in the world of work. This study aims to describe the level of knowledge of undergraduate nursing students about telemedicine. The method used was descriptive quantitative with a sample of 74 students selected through stratified random sampling technique. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. The results showed that 48.6% of students had a good level of knowledge, 48.6% were sufficient, and 2.7% were lacking the majority of students have a moderate to good understanding of telemedicine, although there is still a small group with low knowledge. Therefore, increasing digital literacy and integrating technology-based learning in the curriculum are needed so that students are better prepared for the era of digitization of health services.