Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Hiv/aids Di Sma Negeri 8 Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian menjadi AIDS. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2016 pengidap kasus baru HIV positif di Indonesia 41.250 kasus dan AIDS 7.491 kasus. Provinsi Riau merupakan peringkat ketujuh kasus HIV/AIDS dengan jumlah penderita 1.074 kasus, ini mengalami peningkatan 25% dibanding tahun 2015 yaitu 839 kasus. UNICEF menyebutkan remaja diseluruh dunia diperkirakan setiap harinya yang terinfeksi HIV sebanyak 1.100 remaja wanita yang berusia 15-24 tahun. Oleh karena itu remaja perlu dibekali pengetahuan yang baik termasuk tentang HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 8 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan April 2018 di SMA Negeri 8 Pekanbaru. Populasi penelitian adalah siswa/siswi kelas XI SMA Negeri 8 Pekanbaru berjumlah 451 siswa dengan sampel 82 siswa yang diambil dengan mengunakan teknik stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner, pengolahan data secara manual dan dianalisa secara univariat. dengan tahapan editing, coding dan tabulating. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar pengetahuan responden tentang HIV/AIDS berada pada kategori cukup sebanyak 47 orang (57,3%). Hasil Penelitian meliputi: pengertian HIV/AIDS kategori cukup (56,1%). Penyebab HIV/AIDS kategori baik (80,5%). Tanda dan Gejala HIV/AIDS kategori cukup (37,8%). Pencegahan HIV/AIDS kategori baik (80,5%). Dampak HIV/AIDS kategori cukup (68,3%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pengetahuan responden tentang HIV/AIDS kategori cukup. Diharapkan pihak sekolah dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk melakukan pencegahan HIV/AIDS dikalangan remaja dan bekerja sama dengan orang tua siswa-siswi untuk lebih mengarahkan para remaja dalam perkembangan agar tidak salah mengartikan informasi yang diterima.