Gambaran Tingkat Kompetensi Digital Pada Perawat Di Ruang Intensif Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Di era perkembangan industri 4.0 saat ini membawa banyak perubahan terhadap berbagai aspek kehidupan, hal ini menyebabkan terjadinya perubahan besar dalam pemanfaatan teknologi digital, salah satunya dalam pelayanan kesehatan khususnya keperawatan, banyaknya penggunaan teknologi tinggi berbasis digital seperti diruang intensif membuat perawat harus melek terhadap teknologi agar dapat meningkatkan kualitas layanan keperawatan. Sehingga saat ini perawat dituntut harus memiliki kompetensi digital yang baik. Hal ini dapat mempengaruhi perawat dalam menggunakan serta memanfaatkan teknologi digital yang ada dalam proses pemberian asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kompetensi digital pada perawat di ruang intensif RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian deskriptif, Sampel penelitian berjumlah 75 orang dan dilaksanakan pada September - februari 2025. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Digital Competence Questionare (DCQ). Hasil menunjukkan bahwa usia responden lebih dari separuhnya adalah kategori dewasa sebanyak (82,7%), berdasarkan jenis kelamin lebih dari separuhnya perempuan (82,7%), berdasarkan tingkat pendidikan lebih dari separuhnya ners (57,3%), berdasarkan pengalaman pelatihan lebih dari separuhnya responden tidak pernah mendapatkan pelatihan digital (73,3%), berdasarkan lama bekerja lebih dari separuhnya termasuk kategori baru (50,7%) dan tingkat kompetensi digital pada Perawat Di Ruang Intensif RSUD Arifin Achmad lebih dari separuhnya berkategori rendah sebanyak (52%), dan kategori tinggi berjumlah (48%). Penelitian ini merekomendasikan untuk membahas faktor- faktor yang mempengaruhi rendahnya kompetensi digital pada perawat di ruang intensif.
In the current era of industrial development 4.0 brings many changes to various aspects of life, this has led to major changes in the use of digital technology, one of which is in health services, especially nursing, the use of digital-based high technology such as in intensive rooms makes nurses must be literate in technology in order to improve the quality of nursing services. So that currently nurses are required to have good digital competence. This can affect nurses in using and utilizing existing digital technology in the process of providing nursing care. The purpose of this study was to determine the level of digital competence of nurses in the intensive care unit of Arifin Achmad Hospital, Riau Province. This study is a quantitative study, with a descriptive research design, the research sample amounted to 75 people and was conducted in September - February 2025. The instrument used was the Digital Competence Questionnaire (DCQ). The results showed that the age of respondents was more than half in the adult category (82.7%), based on gender more than half were female (82.7%), based on education level more than half were nurses (57.3%), based on training experience more than half of the respondents had never received digital training (73.3%), based on length of service more than half were in the new category (50.7%) and the level of digital competence in nurses in the Intensive Care Unit of Arifin Achmad Hospital more than half were in the low category (52%), and the high category amounted to (48%). This study recommends discussing the factors that influence the low digital competence of nurses in the intensive care unit.