HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN PENGOBATAN DENGAN NILAI HbA1c PADA PASIEN DIABETES MELLITUS RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT SANTA MARIA PEKANBARU
Institutional Metadata
Abstract
Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Pengendalian Nilai glukosa darah secara optimal sangat penting untuk mencegah komplikasi, salah satunya dinilai melalui pemeriksaan Hemoglobin A1c (HbA1c). Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor yang berperan penting dalam keberhasilan pengendalian Nilai HbA1c. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan pengobatan : Hubungan Antara Kepatuhan Pengobatan Dengan Nilai HbA1c Pada Pasien Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian adalah pasien dengan penderita DM, Sampel penelitian berjumlah 99 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kepatuhan pengobatan diperoleh menggunakan kuesioner yang telah dinyatakan valid dan reliabel, sedangkan data Nilai HbA1c diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden memiliki kepatuhan pengobatan kategori patuh sebanyak 51 responden (51,5%) dan Nilai HbA1c terkontrol sebanyak 57 responden (57,6%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan pengobatan dengan Nilai HbA1c (p-value = 0,002). Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 3,700 menunjukkan bahwa pasien yang patuh terhadap pengobatan mempunyai peluang 3,7 kali lebih besar untuk mencapai Nilai HbA1c terkontrol dibandingkan pasien yang tidak patuh. Peneliti selanjutnya disarankan menggunakan desain kohort atau longitudinal dengan jumlah sampel yang lebih besar serta menambahkan variable lain, seperti pola makan, aktivitas fisik, dukungan keluarga, lama menderita Diabetes Mellitus, dan jenis terapi, sehingga diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pengendalian HbA1c.
Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disease characterized by hyperglycemia resulting from impaired insulin secretion, insulin action, or both. Optimal glycemic control is essential to prevent diabetes-related complications and can be evaluated using Hemoglobin A1c (HbA1c), which reflects the average blood glucose level over the previous two to three months. Medication adherence is one of the key factors influencing glycemic control. This study aimed to determine the relationship between medication adherence and HbA1c levels among outpatient Diabetes Mellitus patients at Santa Maria Hospital Pekanbaru. This study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The study population consisted of outpatients diagnosed with Diabetes Mellitus (DM) at Santa Maria Hospital, Pekanbaru, A total of 99 respondents were selected using a purposive sampling technique. Data on medication adherence were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability, while HbA1c data were obtained from patients' medical records. Data were analyzed using univariate analysis and the Chi-square test. The results showed that 51 respondents (51.5%) were adherent to their medication regimen, while 57 respondents (57.6%) had controlled HbA1c levels. The Chi-square analysis demonstrated a statistically significant relationship between medication adherence and HbA1c levels (p-value = 0.002). The Odds Ratio (OR) of 3.700 indicated that patients who adhered to their medication regimen were 3.7 times more likely to achieve controlled HbA1c levels compared to those who were non-adherent. Future researchers are encouraged to employ longitudinal or cohort study designs with larger sample sizes and to include additional variables, such as dietary adherence, physical activity, family support, duration of diabetes, and treatment regimen, to provide a more comprehensive understanding of factors influencing glycemic control.