Hubungan Body Image Dengan Psychological Well Being Pada Remaja di SMAN 12 Pekanbaru.
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Masa remaja adalah periode transisi dari anak-anak menuju dewasa, di mana remaja mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, dan emosional. Perubahan fisik yang mencolok sering kali memengaruhi citra tubuh remaja, yang pada gilirannya dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis mereka. Kesejahteraan psikologis sangat penting bagi remaja karena mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengelola emosi, berhubungan dengan orang lain, dan merasa puas dengan diri mereka sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan body image dengan psychological well being. Penelitian ini bersifat kuntitatif. Penelitian ini dilakukan di SMAN 12 Pekanbaru. Jumlah responden 308 siswa. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari dimulai pada tanggal 7 januari hingga 9 januari. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik cross sectional dan menggunakan alat instrument penelitian kuisioner terbuka . Analisa digunakan adalah distribusi frekuensi dan uji korelasi person untuk menganalisa hubungan variabel. Hasil penelitian ini didapatkan responden dominan umur 17 tahun 103 orang (33,4%). Responden dominan perempuan 209 orang (67,9%), dengan kategori indeks massa tubuh rata-rata ideal 152 siswa (49,4%). Dan hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara body image dengan psychological well being pada remaja (p value 0,348; a = 0,05). Penelitian ini merekomendasikan agar penelitian berikutnya bisa menggunakan metode pengumpulan data yang lebih bervariasi, seperti wawancara mendalam atau observasi langsung, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang body image dan psychological well being pada siswa.
Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood, where adolescents experience various physical, psychological, and emotional changes. The noticeable physical changes often affect adolescents' body image, which in turn can impact their psychological well-being. Psychological well-being is crucial for adolescents as it influences their ability to manage emotions, interact with others, and feel satisfied with themselves. The aim of this study is to examine the relationship between body image and psychological well-being. This research is quantitative in nature and was conducted at SMAN 12 Pekanbaru. The total number of respondents was 308 students. The study was conducted over three days, from January 7 to January 9. The research design used is analytical cross-sectional, and the data collection instrument was an open-ended questionnaire. The analysis used frequency distribution and Pearson correlation test to analyze the relationship between variables. The results of this study found that the majority of respondents were 17 years old, with 103 students (33.4%). The majority of respondents were female, with 209 students (67.9%), and the average body mass index was ideal for 152 students (49.4%). The findings of this study concluded that there is no significant relationship between body image and psychological well-being among adolescents (p-value 0.348; α = 0.05). This study recommends that future research could use more varied data collection methods, such as in-depth interviews or direct observations, to gain a more comprehensive