Hubungan Bullying Dengan Kesehatan Mental Pada Siswa Kelas XI Di SMA Negeri 2 Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara bullying dengan kesehatan mental pada siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kolerasi. Sampel penelitian berjumlah 198 siswa yang dipilih secara acak menggunakan teknik stratified random sampling. Waktu periode 10 januari hingga 17 Januari 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ) untuk mengukur tingkat bullying dan Mental Health Inventory (MHI-38) untuk mengukur kondisi kesehatan mental siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden (54,0%) mengalami tingkat bullying sedang, sementara 63,1% siswa mengalami psychological distress. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara bullying dan kesehatan mental siswa dengan p-value < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bullying dengan kesehatan mental pada siswa kelas XI di SMA negeri 2 pekanbaru. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat bullying yang dialami siswa, semakin buruk kondisi kesehatan mental mereka.Penelitian ini menegaskan pentingnya peran sekolah, keluarga, dan lingkungan dalam menciptakan suasana yang aman dan mendukung bagi siswa guna mencegah dampak negatif bullying terhadap kesehatan mental. Intervensi berupa program anti-bullying dan konseling kesehatan mental perlu diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa.
Bullying is a common phenomenon in school environments and can negatively impact students' mental health. This study aims to analyze the relationship between bullying and mental health among 11th-grade students at SMA Negeri 2 Pekanbaru. This research employs a quantitative method with a cross-sectional design. The study sample consists of 198 students selected using a stratified random sampling technique. Data was collected using the Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ) to measure the level of bullying and the Mental Health Inventory (MHI- 38) to assess students' mental health conditions.The results showed that among 198 respondents, 33.3% experienced low levels of bullying, 54.0% experienced moderate levels, and 12.6% experienced high levels. Additionally, 63.1% of students experienced psychological distress, while 36.9% were in a state of psychological well-being. Bivariate analysis using the chi-square test indicated a significant relationship between bullying and students' mental health, with a p- value = 0.00 (p < 0.05), suggesting that the higher the level of bullying experienced by students, the worse their mental health condition.This study highlights the importance of the role of schools, families, and the community in creating a safe and supportive environment for students to prevent the negative impact of bullying on mental health. Interventions such as anti-bullying programs and mental health counseling services need to be implemented to enhance students' psychological well-being.