Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Pasien TB Paru Di Puskesmas Payung Sekaki
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
ABSTRAK Tingginya kasus tuberkulosis (TB) dan rendahnya angka capaian pengobatan yang salah satunya diakibatkan putus obat menyebabkan pengobatan memakan waktu yang lebih lama. Selain itu, dapatmenyebabkan tingginya kasus Multi Drug Resistance (MDR) dan komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (OAT) pada pasien TB paru di Puskesmas Payung Sekaki Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dllakukan pada tanggal 9– 17 juni 2022 di Puskesmas Payung Sekaki. Populasi pada penelitian ini berjumlah 122 kasus. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling sebanyak 53 responden. Hasil penelitian didapatkan dukungan keluarga baik sebanyak 36 responden (67,9%), sedangkan dukungan keluarga buruk sebanyak 17 responden (32,1%). Responden yang patuh minum obat sebanyak 39 responden (73,6%), sedangkan tidak patuh sebanyak 14 responden (26,4%). Berdasarkan hasil uji menggunakan chi-square diperoleh nilai P value = 0,001 < α (0,05) maka Ho ditolak, disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) pada pasien TB paru. Untuk itu disarankan kepada keluargaselalu memberikan dukungan terhadap penderita agar selalu patuh minum obat.
ABSTRACT The high number of tuberculosis (TB) cases and the low rate of treatment achievement, one of which is due to drug withdrawal, causes treatment to take longer. In addition, it can lead to high cases of Multi Drug Resistance (MDR) and further complications. This study aims to determine the relationship between family support and medication adherence (OAT) in pulmonary TB patients at Payung Sekaki Health Center Pekanbaru. The type of research used is quantitative research using a descriptive correlation design with a cross sectional approach. It was conducted on 9-17 June 2022 at Payung Sekaki Health Center. The population in this study amounted to 122 cases. The sampling technique used in this study was purposive sampling as many as 53 respondents. The results showed that 36 respondents (67.9%) had good family support, while 17 respondents (32.1%). Respondents who complied with taking medication were 39 respondents (73.6%), while non-compliant were 14 respondents (26.4%). Based on the results of the chi-square test, P value = 0.001 < (0.05) then Ho was rejected, it was concluded that there was a relationship between family support and adherence to taking anti-tuberculosis drugs (OAT) in pulmonary TB patients. For this reason, it is recommended that families always provide support for patients so that they are always obedient to taking medication.