Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Keputusasaan Pada Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Proses stroke membutuhkan jangka waktu yang cukup lama untuk proses penyembuhan, hal ini membuat pasien stroke bergantung pada orang-orang disekitarnya yaitu keluarga. Pasien stroke membutuhkan sebuah dukungan keluarga dalam perubahan fisik, mental maupun emosional. Keputusasaan pada pasien stroke muncul karena adanya ketidakmampuan fisik atau kecacatan yang dialami dapat menimbulkan perasaan tidak berguna. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan keputusasasan pada pasien stroke di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain korelasi dan menggunakan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 40 orang, menggunakan teknik sampling yaitu non probability sampling. Dengan menggunakan alat instrumen penelitian kuesioner dukungan keluarga dan keputusasaan, analisis yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan uji korelasi rank spearman. Hasil dari penelitian didapatkan dukungan Keluarga kategori baik sebanyak 26 orang (65%) dan pada tingkat keputusasaan kategori normal sebanyak 27 orang (67.5%). Hasil analisa menggunakan uji statistik Korelasi Rank Spearman, di dapatkan signifikan hubungan sangat kuat/sempurna (r=0,791). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keputusasaan (0,001).
Stroke process requires a long period of time for the healing process, this makes stroke patients dependent on the people around them, namely family. Stroke patients need family support in physical, mental and emotional changes. Despair in stroke patients arises because of physical disability or disability experienced can cause feelings of uselessness. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and despair in stroke patients at Harapan Raya Health Center, Pekanbaru. The type of research is quantitative with a correlation design and using a cross-sectional approach. Respondents numbered 40 people, using a sampling technique, namely non-probability sampling. By using a questionnaire research instrument for family support and despair, the analysis used was frequency distribution and rank spearman correlation test. The results of the study obtained good family support category of 26 people (65%) and at the normal category level of despair as many as 27 people (67.5%). The results of the analysis using the Rank Spearman Correlation statistical test, obtained a significant very strong/perfect relationship (r = 0.791). The results of the statistical test obtained a significant relationship between family support and despair (0.001).