Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pencegahan Perilaku Post Power Sindrom Di Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Timur Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Faktor yang berkontribusi terhadap berkembangnya Post Power Syndrome adalah hilangnya kontak sosial profesional dengan rekan kerja, hilangnya otoritas, hilangnya status, rasa penting, dan hilangnya sumber pendapatannya. Oleh karna itu diperlukan dukungan dari keluarga untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pencegahan perilaku post power syndrome pada lansia di Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Timur Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di RW 09 Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Timur pada tanggal 17 Mei s/d 1 Juni 2024 teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 61 responden. Instrument penelitian mengunakan kuesioner dukungan keluarga dengan 31 pernyataan, dan kuesioner pencegahan post power sindrom dengan 10 pernyataan. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariate dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dukungan keluarga lebih dari separoh baik yaitu sebanyak 41 orang (58,6%), dan pencegahan post power sindrom lebih dari separoh di atasi yaitu sebanyak 42 orang (68,9%). Hasil uji statistik di dapatkan p 0.00< 0.05 yang artinya Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan pencegahan post power sindrom pada lansia di Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Timur Pekanbaru.
Factors that contribute to the development of Post Power Syndrome are the loss of professional social contact with colleagues, loss of authority, loss of status, sense of importance, and loss of source of income. Therefore, support from the family is needed to overcome it. This study aims to determine the relationship between family support and the prevention of post power syndrome behavior in the elderly in Limbungan Village, East Rumbai District, Pekanbaru. This research is a quantitative research with a correlation design with a cross sectional approach. The population of this study was all elderly people in RW 09, Limbungan Village, East Rumbai District from 17 May to 1 June 2024. The sampling technique used was purposive sampling. The total sample was 61 respondents. The research instrument used a family support questionnaire with 31 statements, and a post power syndrome prevention questionnaire with 10 statements. The analysis used is univariate analysis and bivariate analysis using the chi square test. The results of this research showed that more than half of family support was good, namely 41 people (58.6%), and prevention of post power syndrome was more than half resolved, namely 42 people (68.9%). The statistical test results obtained p 0.00 < 0.05, which means Ho was rejected, so it can be concluded that there is a relationship between family support and the prevention of post power syndrome in the elderly in Limbungan Village, East Rumbai District, Pekanbaru.