Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Depresi pada Lansia di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia diatas 60 tahun dan merupakan proses akhir dalam kehidupan manusia yang memiliki banyak perubahan-perubahan pada semua aspek termasuk kesehatan. Kelompok lansia dipandang sebagai kelompok masyarakat yang beresiko mengalami gangguan kesehatan berupa masalah kesehatan jiwa, termasuk gangguan depresi. Oleh karena itu dukungan keluarga sangat penting diberikan pada lansia, sehingga lansia merasa diterima oleh lingkungan dan menghindari lansia dari depresi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan variabel bebas dengan variabel terikat. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia usia > 60 tahun berjumlah 1661 orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas sidomulyo rawat inap pekanbaru. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik Purposive Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan rumus slovin sehingga didapat sebanyak 172 orang. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini berupa kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner tingkat depresi. Hasil: Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square didapat nilai p value sebesar 0,000<0,05. Kesimpulan: dari hasil analisis bivariat ditemukan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat depresi pada lansia, menujukan bahwa dukungan keluarga memiliki pengaruh terhadap tingkat depresi pada lansia. Dengan demikian disarankan kualitas pelayanan terhadap lansia ditingkatkan, dan keluarga memberikan dukungan yang maksimal kepada lansia.
An elderly person is someone who has reached the age of over 60 years and is the final process in human life which has many changes in all aspects including health. The elderly group is seen as a group of people who are at risk of experiencing health problems in the form of mental health problems, including depression. Therefore, family support is very important to give to the elderly, so that the elderly feel accepted by the environment and prevent the elderly from depression. Objective: The aim of this research is to find out how family support is related to the level of depression in the elderly in the Sidomulyo Pekanbaru Community Health Center working area. Method: This research is a quantitative analytical research using a cross sectional approach to determine the relationship between the independent variable and the dependent variable. The population in this study was all elderly people aged > 60 years totaling 1661 people who lived in the working area of the Sidomulyo inpatient health center in Pekanbaru. The sampling technique in this research is the Purposive Sampling technique. The number of samples in this study was determined using the Slovin formula so that there were 172 people. Results: The results of bivariate analysis with the chi- square test obtained a p value of 0.000<0.05. Conclusion: from the results of the bivariate analysis, it was found that there was a relationship between family support and the level of depression in the elderly, indicating that family support has an influence on the level of depression in the elderly.