Skripsi (S1)

Hubungan Faktor Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru

person Luky Wahyu Yuwanda
calendar_today 2025
school S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Institutional Metadata

Student ID 21401018
Study Program S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Faculty Fakultas Kesehatan & Informatika
Thesis Type Skripsi (S1)
Supervisor Dr. Winda Parlin, M.Kes
Upload Date 13 August 2026
Keywords
Diare Balita Faktor lingkungan

Abstract

Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, ditandai dengan tingginya angka kesakitan dan kematian, terutama pada balita. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 145 kasus diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Lingkungan yang tidak sehat merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian diare pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan kejadian diare pada balita. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 50 ibu yang memiliki balita. Sampel dipilih secara non-probability sampling dengan metode purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beberapa faktor lingkungan dengan kejadian diare pada balita, yaitu sumber air bersih (p=0,127), ketersediaan jamban (p=0,083), penyimpanan makanan (p=0,336), dan penyediaan air minum (p=0,118). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan mencuci tangan (p=0,002 OR 12,000) dan pembuangan tinja (p=0,000 OR 5,000) dengan kejadian diare pada balita. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar petugas kesehatan memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya para ibu balita mengenai pentingnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan cara pembuangan tinja yang higienis untuk mencegah terjadinya diare pada balita. Kata Kunci : Diare, Balita, Faktor lingkungan Daftar Pustaka : 56 ( 2018-2025)

Diarrhea remains one of the public health problems in Indonesia, marked by high morbidity and mortality rates, especially among toddlers. In 2024, there were 145 reported cases of diarrhea among toddlers in the work area of the Payung Sekaki Community Health Center in Pekanbaru City. An unhealthy environment is one of the risk factors that can increase the incidence of diarrhea in toddlers. This study aims to determine the relationship between environmental factors and the incidence of diarrhea in toddlers. This research utilized a cross-sectional design with a sample size of 50 mothers who have toddlers. The samples were selected through non-probability sampling using a purposive sampling method, and the data was analyzed using the chi-square test. The results of the study indicate that there is no significant relationship between several environmental factors and the incidence of diarrhea in toddlers, namely clean water sources (p=0.127), availability of latrines (p=0.083), and food storage (p=0.171), and the provision of drinking water (p=0.118). However, there is a significant relationship between handwashing habits (p=0.002 OR 12,000) and feces disposal (p=0.000 OR 5,000) with the incidence of diarrhea in toddlers. Based on these findings, it is recommended that health workers educate the community, especially mothers, about the importance of handwashing with soap and hygienic feces disposal practices to prevent diarrhea in toddlers. Keywords : Diarrhea, Toddlers, Environmental References : 56 (2018-2025)

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download
lock

Restricted Access

folder_zip
Chapter 1 Restricted to Registered Scholars
login Login to download

Research Snapshot

2025 • Fakultas Kesehatan & Informatika

Hubungan Faktor Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru

Luky Wahyu Yuwanda
contact_support