HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN ROBEKAN PERINEUM PADA IBU BERSALIN NORMAL DI PMB PRAPTI PEKANBARU TAHUN 2025
Institutional Metadata
Abstract
Robekan perineum merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada persalinan normal dan dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan ibu, baik secara fisik maupun psikologis. Tingginya angka kejadian robekan jalan lahir menunjukkan perlunya analisis terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas, usia ibu, dan berat badan bayi dengan kejadian robekan perineum pada ibu bersalin normal di PMB Prapti Pekanbaru tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin normal di PMB Prapti Pekanbaru tahun 2023–2025 sebanyak 79 responden dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu mengalami robekan jalan lahir sebanyak 45 responden (57,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian robekan jalan lahir (p-value = 0,000; OR = 9,49) dan terdapat hubungan antara berat badan bayi dengan kejadian robekan jalan lahir (p-value = 0,014; OR = 3,87). Sedangkan usia ibu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian robekan jalan lahir (p-value = 0,752; OR = 0,83). Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan upaya pencegahan melalui identifikasi faktor risiko sejak awal serta penerapan teknik persalinan yang tepat untuk meminimalkan terjadinya robekan perineum.
Perineal tear is one of the most common complications in normal delivery and may affect maternal health both physically and psychologically. The high incidence of birth canal tears indicates the need to analyze factors associated with this condition. This study aimed to determine the correlation between parity, maternal age, and infant birth weight with the incidence of perineal tears among women undergoing normal delivery at PMB Prapti Pekanbaru in 2025. This study used a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The population consisted of all women who had normal deliveries at PMB Prapti Pekanbaru from 2023 to 2025, totaling 79 respondents, selected using total sampling technique. The results showed that the majority of mothers experienced perineal tears, with 45 respondents (57.0%). Bivariate analysis indicated a significant correlation between parity and the incidence of perineal tears (p-value = 0.000; OR = 9.49), and between infant birth weight and the incidence of perineal tears (p-value = 0.014; OR = 3.87). Meanwhile, maternal age was not significantly associated with the incidence of perineal tears (p-value = 0.752; OR = 0.83). Therefore, health workers are expected to improve preventive efforts by early identification of risk factors and by applying appropriate delivery techniques to minimize the occurrence of perineal tears.