Hubungan Fungsi Pengarahan Kepala Ruangan Dengan Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Fungsi pengarahan kepala ruangan merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen keperawatan yang berperan untuk membimbing, memotivasi, memimpin, dan mengarahkan perawat pelaksana dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam memberikan asuhan keperawatan. Peran ini mencakup kemampuan kepala ruangan dalam melakukan supervisi, memberikan instruksi yang jelas, menjaga komunikasi yang efektif, serta menangani konflik yang terjadi di lingkungan kerja. Pelaksanaan asuhan keperawatan sendiri merupakan tahap implementasi dari proses keperawatan yang meliputi pemenuhan kebutuhan pasien secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi pengarahan kepala ruangan dengan pelaksanaan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasi dengan teknik total sampling, melibatkan 43 perawat pelaksana. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat (73,3%) melaksanakan asuhan keperawatan dengan baik, 20,0% cukup, dan 6,7% kurang. Sementara itu, 63,3% responden menilai pengarahan kepala ruangan berpengaruh positif, sedangkan 36,7% tidak. Namun, hasil uji statistik (p-value = 0,340 > 0,05) menunjukkan tidak terdapat
The directing function of the head nurse plays a crucial role in nursing management, as it involves guiding, motivating, leading, and directing staff nurses in carrying out their duties, particularly in providing quality nursing care to patients. This function includes the ability of the head nurse to supervise, deliver clear instructions, maintain effective communication within the team, and manage conflicts that may occur in the workplace. Nursing care implementation, on the other hand, is the execution stage of the nursing process, which emphasizes the holistic fulfillment of patient needs. This study aimed to determine the relationship between the ward head’s directing function and the implementation of nursing care at Bina Kasih Hospital, Pekanbaru. A quantitative descriptive correlational design was employed, involving 43 staff nurses selected through total sampling. Data analysis was carried out using frequency distribution and the chi-square test. The results showed that 73.3% of nurses implemented nursing care well, 20.0% moderately, and 6.7% poorly. Furthermore, 63.3% of respondents perceived the head nurse’s directing function as having a positive influence, while 36.7% did not. However, statistical testing (p-value = 0.340 > 0.05) indicated that there was no significant relationship between the head nurse’s directing function and the implementation of nursing care according to staff nurses’ perceptions.