Skripsi (S1)

Hubungan IMT Dengan Dismenorea Pada Remaja Putri di Ikes Payung Negeri Pekanbaru

person Maria Angeline Simanjuntak
calendar_today 2025
school S1 Kebidanan

Institutional Metadata

Student ID 21601018
Study Program
S1 Kebidanan
Faculty Fakultas Kebidanan
Thesis Type Skripsi (S1)
Supervisor Dr. Suryani, SKM., M. KL
Upload Date 28 September 2026
Keywords
Dismenore Indeks Massa Tubuh (IMT) Remaja Putri

Abstract

Dismenore merupakan keluhan nyeri haid yang banyak dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan dismenore adalah status gizi, yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT). Berdasarkan data World Health Organization (2020), sebanyak 1.769.425 wanita di dunia mengalami dismenore berat. Di Indonesia, prevalensi dismenore mencapai 64,25%, dengan 60–75% di antaranya terjadi pada remaja putri. Data survey awal di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru juga menunjukkan bahwa dari 10 mahasiswi yang disurvei, seluruhnya (100%) mengalami dismenore saat menstruasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kejadian dismenore pada remaja putri di Prodi S1 Kebidanan IKES Payung Negeri Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 79 orang yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur tingkat nyeri dismenore dan pengukuran berat serta tinggi badan untuk menghitung IMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki berat badan kurang (71,3%) dan mengalami nyeri dismenore ringan (65,0%). Hasil uji statistik Chi- Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian dismenore (p-value = 0,003) dengan nilai Odds Ratio sebesar 4,5. Artinya, remaja putri dengan berat badan kurang memiliki risiko 4,5 kali lebih besar mengalami dismenore dibandingkan dengan mereka yang memiliki IMT normal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa status gizi berpengaruh terhadap kejadian dismenore, sehingga penting bagi remaja putri untuk menjaga IMT dalam kategori normal guna mencegah gangguan menstruasi.

Dysmenorrhea is a menstrual pain complaint commonly experienced by adolescent girls and can interfere with daily activities. One of the factors suspected to be related to dysmenorrhea is nutritional status, which is measured by Body Mass Index (BMI). According to the World Health Organization (2020), 1,769,425 women worldwide experience severe dysmenorrhea. In Indonesia, the prevalence of dysmenorrhea reaches 64.25%, with 60–75% occurring among adolescent girls. Preliminary survey data at the Institute of Health Science Payung Negeri Pekanbaru showed that all 10 female students surveyed (100%) experienced dysmenorrhea during menstruation. This study aims to determine the relationship between BMI and the incidence of dysmenorrhea among adolescent girls in the Bachelor of Midwifery Program at IKES Payung Negeri Pekanbaru. This study used a descriptive analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 79 respondents selected using a simple random sampling technique. Instruments used were a questionnaire to measure the level of menstrual pain and anthropometric measurements to calculate BMI. Results: The findings showed that the majority of respondents were underweight (71.3%) and experienced mild dysmenorrhea (65.0%). The Chi-Square statistical test indicated a significant relationship between BMI and the incidence of dysmenorrhea (p- value = 0.003), with an Odds Ratio of 4.5. This means that underweight adolescent girls are 4.5 times more likely to experience dysmenorrhea compared to those with normal BMI. Conclusion: this study concludes that nutritional status significantly influences the occurrence of dysmenorrhea. Therefore, it is important for adolescent girls to maintain a normal BMI to prevent menstrual pain disorders.

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download

Research Snapshot

2025 • Fakultas Kebidanan

Hubungan IMT Dengan Dismenorea Pada Remaja Putri di Ikes Payung Negeri Pekanbaru

Maria Angeline Simanjuntak
contact_support