Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan Kariogenik Dengan Kejadian Karies Pada Anak Sekolah di SDN 101 Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Makanan kariogenik adalah makanan yang mengandung fermentasi karbohidrat, lengket dan mudah hancur didalam mulut sehingga menyebabkan penurunan pH plak menjadi 5,5 atau kurang dan menstimulasi terjadinya proses karies. Karies gigi adalah kerusakan jaringan keras gigi yang disebabkan oleh asam yang ada dalam karbohidrat melalui perantara mikroorganisme yang ada dalam saliva. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan Kariogenik Dengan Kejadian Karies Pada Anak Usia sekolah di SDN 101 Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah kwantitatif dengan mengunakan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah anak kelas IV-A SDN 101 Pekanbaru dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 35 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Pengumpulan data mengunakan kuesioner, data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan mengunakan Microsoft Excel dan program SPSS.Hasil penelitian kebiasaan mengkonsumsi makanan kariogenik sebanyak 21 responden (60%) tinggi, 14 responden (40%) rendah. Kejadian karies gigi sebanyak 20 responden (57.1%) karies, 15 responden (42.9%) tidak karies. Analisis data mencangkup analisi univariat dengan mencari distribusi frekuensi, analisi bivariate dengan uji Chi-Square (α0,5) untuk megetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p0,407Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara mengkonsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies pada anak sekolah di SDN 101 Pekanbaru.
Caryogenic foods are foods that contain fermented carbohydrates, sticky and easily destroyed in the mouth, causing a decrease in plaque pH to 5.5 or less and stimulating the occurrence of the caries process. Dental caries is the destruction of the hard tissues of the teeth caused by acids present in carbohydrates through the intermediary of microorganisms present in saliva. The purpose of this study was to determine the relationship between the habit of consuming karyogenic foods with the incidence of caries in school-age children at SDN 101 Pekanbaru. The type of research used is quantitative by using a descriptive design. The population in this study was grade IV-A students of SDN 101 Pekanbaru with a total of 35 students. Sampling technique by means of total sampling. Data collection using questionnaires, the collected data is then processed and analyzed using Microsoft Excel and SPSS programs. The results of the study on the habit of consuming karyogenic foods as many as 21 respondents (60%) high, 14 respondents (40%) low. The incidence of dental caries was 20 respondents (57.1%) caries, 15 respondents (42.9%) did not caries. Data analysis includes univariate analysis by looking for frequency distribution, bivariate analysis with Chi-Square test (α0.5) to find out the relationship between variables. The results showed that based on the results of the Chi-Square test obtained a value of p0.407The conclusion of this study is that there is a relationship between consuming karyogenic foods and the incidence of caries in school children at SDN 101 Pekanbaru.