Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Hormonal dan IUD dengan Perubahan Seksualitas Pada Akseptor Kb di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Tingginya laju pertumbuhan penduduk di Indonesia mendorong pemerintah untuk menggalakkan program Keluarga Berencana (KB), salah satunya melalui penggunaan kontrasepsi hormonal dan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD). Namun, kepatuhan terhadap penggunaan jangka panjang sering terkendala oleh kekhawatiran akan efek samping, terutama gangguan fungsi seksual seperti penurunan libido dan ketidaknyamanan saat berhubungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi hormonal dan IUD dengan perubahan fungsi seksual pada akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari, Kota Pekanbaru Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 392 wanita usia subur yang dipilih melalui teknik proportional sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden menggunakan kontrasepsi hormonal sebanyak (91,8%), sementara yang menggunakan IUD sebanyak (8,2%). Hasil analisis Chi-Square menujukkan terdapat adanya hubungan yang signifikan antara lama pemakaian kontrasepsi hormonal dengan perubahan fungsi seksual nilai (p = 0,039 < 0,05), khususnya pada pemakaian lebih dari1 tahun. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara lama pemakaian IUD dengan perubahan fungsi seksual, nilai (p = 0,687 > 0,05). Kesimpulannya, penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang berhubungan dengan peningkatan risiko disfungsi seksual, sedangkan penggunaan IUD tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap fungsi seksual.
The high rate of population growth in Indonesia has prompted the government to promote the Family Planning (KB) program, one of which is through the use of hormonal contraceptives and intrauterine contraceptives (IUDs). However, adherence to long-term use is often constrained by concerns about side effects, especially impaired sexual function such as decreased libido and discomfort during intercourse. This study aims to analyze the relationship between the duration of use of hormonal contraceptives and IUDs and changes in sexual function in family planning acceptors in the Working Area of the Rejosari Health Center, Pekanbaru City. The sample consisted of 392 women of childbearing age who were selected through proportional sampling techniques. Data analysis was carried out using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents used hormonal contraceptives as much as (91.8%), while those who used IUDs as much (8.2%). The results of the Chi-Square analysis showed that there was a significant relationship between the length of use of hormonal contraceptives and the change in sexual function values (p = 0.039 < 0.05), especially at more than 1 year of use. On the other hand, no significant relationship was found between the length of use of IUDs and changes in sexual function, values (p = 0.687 > 0.05). In conclusion, long-term use of hormonal contraceptives was associated with an increased risk of sexual dysfunction,