Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi MOW dengan Perubahan Seksual di Puskesmas Melur Sukajadi Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Latar Belakang: Metode Operasi Wanita (MOW) merupakan metode kontrasepsi permanen yang efektif, namun diduga dapat menimbulkan perubahan fungsi seksual pada wanita. Salah satu isu yang timbul adalah adanya keluhan seksual seperti penurunan hasrat, dispareunia, dan anorgasmi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi MOW dengan perubahan seksual pada wanita akseptor MOW. Tujuan: Mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi MOW dengan perubahan seksual di Puskesmas Melur Sukajadi Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh wanita pengguna MOW sebanyak 28 orang di wilayah kerja Puskesmas Melur Sukajadi Pekanbaru, yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner FSFI (Female Sexual Function Index) untuk menilai fungsi seksual responden. Hasil: Mayoritas responden berumur > 40 tahun (92,9%), menggunakan kontrasepsi MOW > 2 tahun (85,7%), dan mengalami disfungsi seksual (89,3%). Hasil uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama penggunaan kontrasepsi MOW dengan perubahan seksual (p = 0,001; OR = 7,667). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan kontrasepsi MOW dengan perubahan seksual pada wanita akseptor MOW di Puskesmas Melur Sukajadi Pekanbaru. Semakin lama penggunaan MOW, semakin besar kemungkinan terjadi disfungsi seksual.
Background: The Female Sterilization Method (MOW) is one of the most effective and efficient permanent contraceptive methods. However, it is suspected to cause changes in sexual function in women. Reported issues include decreased libido, dyspareunia, and anorgasmia. This study aimed to determine the relationship between the duration of MOW contraceptive use and sexual changes in female MOW acceptors. Objective: To identify the relationship between the duration of MOW contraceptive use and sexual changes at Melur Sukajadi Health Center in Pekanbaru. Methods: This study employed a quantitative approach with an analytical observational design using a cross-sectional method. The sample consisted of 28 women using MOW in the working area of the Melur Sukajadi Health Center, selected using total sampling. The Female Sexual Function Index (FSFI) questionnaire was used to assess participants’ sexual function. Results: Most respondents were over 40 years old (92.9%), had used MOW for more than 2 years (85.7%), and experienced sexual dysfunction (89.3%). The Chi-square test showed a significant relationship between the duration of MOW use and sexual changes (p = 0.001; OR = 7.667). Conclusion: There is a significant relationship between the duration of MOW contraceptive use and sexual changes. The longer the use of MOW, the greater the likelihood of experiencing sexual dysfunction.