Hubungan Lamanya Menjalani Hemodialisa Dengan Kesehatan Mental Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Orang yang menjalani hemodialisa sering mengalami stres karena berbagai faktor fisik, emosional, dan sosial yang menyertai pengobatan jangka panjang. Dari tahun 2021 lebih dari 450 juta orang di seluruh dunia menderita masalah kesehatan mental, termasuk depresi, kecemasan, gangguan bipolar, dan kondisi kesehatan mental lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan Lamanya Menjalani Hemodialisa Dengan Kesehatan Mental Klien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekataan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan desember 2024 sampai dengan Februari 2025 dengan jumlah responden sebanyak 52 responden yang di pilih mengunakan teknik purposive samping. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mental Health Invetory (MHI-38).. Hasil penelitian ini menemukan bahwa didapatkatkan bahwa dari 52 responden, lebih dari separuhnya (65,4%) responden menjalani hemodialisa selama > 12 bulan sebanyak 34 orang. Sementara kesehatan mental menunjukkan dari 52 responden, hampir seluruhnya (92,3%) responden mengalami kesehatan mental kategori Psychological Distress yaitu sebanyak 48 orang. Hasil uji statistic chi-square didapatkan p value = 0.100 > 0.05 yang artinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga disimpulkan bahwa tidak ada hubungan lamanya menjalani hemodialisa dengan kesehatan mental pasien gagal ginjal kronik. Rekomendasi penelitian selanjutnya diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kesehatan mental pasien gagal ginjal kronik dan mengarah pada pengembangan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
People undergoing hemodialysis often experience stress due to the various physical, emotional, and social factors that accompany long-term treatment.. From 2021 more than 450 million people worldwide suffer from mental health problems, including depression, anxiety, bipolar disorder, and other mental health conditions. This study aims to determine the relationship between the duration of undergoing hemodialysis and the mental health of chronic kidney failure clients at Ibnu Sina Hospital, Pekanbaru. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. This study was conducted from December 2024 to February 2025 with a total of 52 respondents selected using a purposive sampling technique. The instrument used in this study was the Mental Health Inventory (MHI-38). The results of this study found that out of 52 respondents, more than half (65.4%) of respondents underwent hemodialysis for > 12 months, as many as 34 people. Meanwhile, mental health showed that out of 52 respondents, almost all (92.3%) of respondents experienced mental health in the Psychological Distress category, as many as 48 people. The results of the chi- square statistical test obtained a p value = 0.100> 0.05, which means that Ho is accepted and Ha is rejected, so it is concluded that there is no relationship between the duration of undergoing hemodialysis and the mental health of chronic kidney failure patients. Further research recommendations are expected to provide deeper insights into the factors contributing to the mental health of chronic kidney failure patients and lead to the development of more effective interventions to improve their well-being.