HUBUNGAN LONELINESS DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PUSKESMAS SIMPANG TIGA KOTA PEKANBARU
Institutional Metadata
Abstract
Loneliness (kesepian) merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami oleh lansia akibat berkurangnya interaksi sosial, perubahan peran, serta kurangnya dukungan emosional. Kondisi ini dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan lansia, baik fisik, psikologis, maupun sosial sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan loneliness dengan kualitas hidup pada lansia di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berkunjung ke Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Sampel berjumlah 52 responden dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah UCLA Loneliness Scale untuk mengukur tingkat kesepian dan WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia dengan tingkat kesepian ringan memiliki kualitas hidup baik, sedangkan lansia dengan kesepian berat cenderung memiliki kualitas hidup buruk. Hasil uji statistik diperoleh p value = 0,001 < 0,05, sehingga terdapat hubungan antara loneliness dengan kualitas hidup pada lansia. Disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian maka kualitas hidup lansia semakin menurun. Disarankan kepada keluarga dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan dukungan sosial serta interaksi terhadap lansia guna mengurangi kesepian dan meningkatkan kualitas hidup.
Loneliness is one of the psychological problems often experienced by the elderly due to reduced social interaction, changes in social roles, and lack of emotional support. This condition can affect various aspects of life, including physical, psychological, and social conditions, thereby decreasing quality of life. This study aims to determine the relationship between loneliness and quality of life among the elderly at Simpang Tiga Public Health Center, Pekanbaru. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The population was all elderly who visited the Simpang Tiga Public Health Center, Pekanbaru. A sample of 52 respondents was obtained using accidental sampling technique. The instruments used were the UCLA Loneliness Scale to measure loneliness and WHOQOL-BREF to measure quality of life. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most elderly with mild loneliness had a good quality of life, while those with severe loneliness tended to have poor quality of life. The statistical test result obtained a p-value of 0.01 < 0.05, indicating that there is a relationship between loneliness and quality of life. It is concluded that the higher the level of loneliness, the lower the quality of life among the elderly. It is recommended for families and health workers to increase social support and interaction to reduce loneliness and improve the quality of life of the elderly.