Hubungan Penerapan Job Safety Analysis (JSA) Dengan Pengendalian Kecelakaan Kerja Pada Pekerjaan Well Servis di Rig-09 PT Arjuna Petrogas Indonesia Duri Tahun 2025
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Kecelakaan kerja pada industri migas masih menjadi permasalahan serius karena dapat menimbulkan kerugian material maupun non-material. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui penerapan Job Safety Analysis (JSA) yang berfungsi mengidentifikasi potensi bahaya dan menetapkan langkah pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden, menganalisis penerapan JSA serta pengendalian kecelakaan kerja, dan menguji hubungan antara keduanya. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi adalah seluruh pekerja well service PT Arjuna Petrogas Indonesia dengan teknik total sampling, sebanyak 30 responden. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square serta perhitungan odds ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden berjenis kelamin laki-laki dengan mayoritas berada pada usia produktif. Penerapan JSA mayoritas dalam kategori baik (86,7%), sedangkan pengendalian kecelakaan kerja mayoritas masih dalam kategori kurang (86,7%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penerapan JSA dengan pengendalian kecelakaan kerja (p-value = 0,000). Nilai OR mengindikasikan bahwa pekerja dengan penerapan JSA baik memiliki peluang lebih besar untuk melakukan pengendalian kecelakaan kerja dibandingkan pekerja dengan penerapan JSA kurang. Kesimpulannya, semakin baik penerapan JSA maka semakin rendah risiko kecelakaan kerja melalui pengendalian yang lebih optimal. Perusahaan perlu meningkatkan budaya keselamatan dan memastikan seluruh pekerja konsisten menerapkan JSA. Kata Kunci : Job Safety Analysis, Pengendalian Kecelakaan Kerja, Risiko Kecelakaan, Pekerja Migas
Work accidents in the oil and gas industry remain a serious issue as they may cause both material and non-material losses. Prevention efforts can be carried out through the implementation of Job Safety Analysis (JSA), which functions to identify potential hazards and establish control measures. This study aims to describe respondent characteristics, analyze the implementation of JSA and accident control, and examine the relationship between the two. This research employed an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of all well service workers at PT Arjuna Petrogas Indonesia, with a total sampling technique involving 30 respondents. Data were collected using questionnaires and analyzed through univariate and bivariate methods using the Chi-Square test and calculation of odds ratio (OR). The results showed that all respondents were male, with the majority in the productive age group. The implementation of JSA was mostly categorized as good (86.7%), while accident control was mostly still poor (86.7%). Bivariate analysis revealed a significant relationship between JSA implementation and accident control (p-value = 0.000). The OR indicated that workers with good JSA implementation had a greater likelihood of conducting proper accident control compared to those with poor JSA implementation. In conclusion, the better the JSA implementation, the lower the risk of work accidents through more effective control. The company needs to strengthen its safety culture and ensure that all workers consistently implement JSA. Keywords : Job Safety Analysis, Accident Control, Work Accident Risk, Oil and Gas Workers