Hubungan Pengetahuan dengan Sikap tentang Menstrual Hygiene pada Remaja Di MTs Qurrota A’yun Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Menstrual hygiene perlu dilakukan sejak dini sebagai upaya pencegahan terjadinya gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Reproduksi (ISR). Remaja perempuan yang berperilaku menstrual hygiene buruk memiliki risiko 1,4-25,07 kali lebih besar untuk terkena ISR dan memiliki risiko lebih besar untuk mengalami kemandulan dan kanker serviks. Menurut WHO, personal hygiene berada di peringkat ketiga dalam sepuluh faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap kesakitan dan kematian pada remaja. Beberapa upaya pencegahan tersebut yaitu menjaga menstrual hygiene sesuai standar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap tentang menstrual hygiene pada remaja di MTs Qurrota A’yun Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi deskriptif analitik menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 43 responden dan sampel dari penelitian ini adalah total sampling dengan seluruh populasi dijadikan sampel. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini didapatkan jumlah persentase pengetahuan dengan sikap responden tentang menstrual hygiene dalam kategori baik yaitu 60,5%, sedangkan responden yang memiliki pengetahuan cukup yaitu 39,5 % dengan (p-value 0,000 < 0.05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan sikap tentang menstrual hygiene pada remaja di MTs Qurrota A’yun Pekanbaru.
Menstrual hygiene needs to be carried out from an early age as an effort to prevent health problems such as reproductive tract infections (ISR). Adolescent girls who behave in poor menstrual hygiene have a 1.4-25.07 times greater risk of contracting ISR and have a greater risk of experiencing infertility and cervical cancer. According to WHO, personal hygiene is ranked third in the ten main risk factors that contribute to morbidity and mortality in adolescents. Some of these prevention efforts include maintaining menstrual hygiene according to standards. The aim of this research is to determine the relationship between knowledge and attitudes about menstrual hygiene among adolescents at MTs Qurrota A'yun Pekanbaru. This research is a quantitative research with a descriptive analytical study design using a cross sectional method. The population in this study was 43 respondents and the sample from this study was total sampling with the entire population being sampled. Analysis in this study used the chi square test. The results of this research showed that the percentage of knowledge and attitudes of respondents regarding menstrual hygiene was in the good category, namely 60.5%, while respondents who had sufficient knowledge were 39.5% with (p-value 0.000 < 0.05). The conclusion is there a relationship between knowledge and attitudes about menstrual hygiene among teenagers at MTs Qurrota A'yun Pekanbaru.