Hubungan Pengetahuan Personal Hyigene dengan upaya Pencegahan Flour Albus di SMPN 16 Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina di luar kebiasaan, baik berbau ataupun tidak, serta disertai rasa gatal. Upaya yang dapat dilakukan remaja dalam mencegah dan mengatasi keputihan dengan meningkatkan pengetahuan remaja tentang personal hygiene pada daerah genitalia. Tujuan penelitian ini bertujuan menilai hubungan Pengetahuan Personal Hyigene dengan pencegahan Flour Albus di SMPN 16 Pekanbaru. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di SMPN 16 Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu seluruh siswa di SMPN 16 Pekanbaru berjumlah 65 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan upaya pencegahan flour albus. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji statistik Chi-square. Diperoleh dari hasil penelitian pada 65 remaja putri mayoritas pengetahuan dengan kategori baik dengan total responden 39 orang (60 %) Sedangkan upaya pencegahan flour albus dengan kategori baik sebanyak 43 orang (66,2 %). Uji statistik Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000 (< 0,05), dengan OR (Odds Ratio) sebesar 32.571. Ini mengindikasikan bahwa remaja yang memiliki pengetahuan kurang 32.571 kali lebih berisiko mengalami keputihan dengan tidak melakukan upaya pencegahan flour albus yang kurang. Diharapkan kepada remaja putri agar dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dan kebersihan alat genetalia sehingga remaja putri bisa mengetahui tentang pencegahan keputihan serta lebih menjaga dan membersihkan daerah kewanitaan.
Background: Vaginal discharge is the discharge of fluid other than blood from the vagina outside the normal range, whether odorless or not, and accompanied by itching. Efforts that can be made by adolescents to prevent and overcome vaginal discharge by increasing adolescent knowledge about personal hygiene in the genital area. Objective: This study aims to assess the relationship between Personal Hygiene Knowledge and the prevention of Flour Albus in SMPN 16 Pekanbaru. Method: This type of research is quantitative with a cross-sectional design. The study was conducted at SMPN 16 Pekanbaru. The population in this study were all mothers of students at SMPN 16 Pekanbaru totaling 65 people. The sampling technique used Total Sampling based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The instrument used was a questionnaire on knowledge and efforts to prevent flour albus. Data analysis used frequency distribution and Chi- square statistical tests. Results: Obtained from the results of the study on 65 female adolescents, the majority of knowledge was in the good category with a total of 39 respondents (60%). While efforts to prevent flour albus were in the good category as many as 43 people (66.2%). The Chi-Square statistical test shows a p-value = 0.000 (<0.05), with an OR (Odds Ratio) of 32,571. This indicates that adolescents who have less knowledge are 32,571 times more at risk of experiencing vaginal discharge by not taking adequate preventive measures for vaginal discharge. Conclusion: It is hoped that adolescent girls can increase their insight and knowledge and hygiene of the genitals so that they can learn about preventing