Skripsi (S1)

Hubungan Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Seksual Pada Remaja Di SMP Negeri 6 Pekanbaru

person Laila Alzimah
calendar_today 2025
school S1 Kebidanan

Institutional Metadata

Student ID 21601055
Study Program
S1 Kebidanan
Faculty Fakultas Kebidanan
Thesis Type Skripsi (S1)
Supervisor Susani Hayati, SSiT, M.Kes
Upload Date 24 September 2026
Keywords
Media Sosial Perilaku Seksual Remaja.

Abstract

Perilaku seksual remaja menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat berdampak pada kehamilan tidak diinginkan, aborsi, hingga penularan infeksi menular seksual (IMS). Salah satu faktor yang berperan adalah penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku seksual pada remaja di SMP Negeri 6 Pekanbaru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 176 siswa kelas VII yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang menilai tingkat penggunaan media sosial dan perilaku seksual remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki intensitas penggunaan media sosial tinggi (67,0%), sedangkan perilaku seksual sebagian besar berada pada kategori kurang baik (84,1%). Uji statistik Chi-Square memperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja. Nilai ini menegaskan bahwa paparan media sosial dapat memengaruhi cara remaja memahami dan menyikapi perilaku seksual. Kesimpulannya, semakin tinggi penggunaan media sosial, semakin besar pula risiko remaja terpapar konten yang dapat membentuk persepsi, sikap, dan perilaku seksual mereka. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua dan sekolah dalam melakukan pengawasan, pendampingan, serta edukasi kesehatan reproduksi agar penggunaan media sosial dapat diarahkan secara positif.

Adolescent sexual behavior is a public health problem because it can lead to unwanted pregnancies, abortions, and the transmission of sexually transmitted infections (STIs). One contributing factor is the use of social media. This study aims to analyze the relationship between social media use and sexual behavior among adolescents at SMP Negeri 6 Pekanbaru. The research method used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 176 seventh-grade students selected through a simple random sampling technique. The research instrument was a questionnaire that assessed the level of social media use and adolescent sexual behavior. The results showed that the majority of respondents had a high intensity of social media use (67.0%), while the majority of sexual behavior was in the poor category (84.1%). The Chi-Square statistical test obtained a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant relationship between social media use and adolescent sexual behavior. This value confirms that social media exposure can influence how adolescents understand and respond to sexual behavior. In conclusion, the higher the use of social media, the greater the risk of adolescents being exposed to content that can shape their sexual perceptions, attitudes, and behavior. Therefore, an active role is needed from parents and schools in supervising, providing support, and providing reproductive health education so that social media use can be directed in a positive way.

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download

Research Snapshot

2025 • Fakultas Kebidanan

Hubungan Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Seksual Pada Remaja Di SMP Negeri 6 Pekanbaru

Laila Alzimah
contact_support