Hubungan Penggunaan Media Sosial TikTok dengan Perilaku Narsistik Pada Remaja Madya (15-18 Tahun) di SMKN 1 Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Media Sosial Tiktok adalah salah satu aplikasi berbasis video yang dapat dibuat oleh setiap orang dengan durasi 15 detik sampai 60 detik. Penggunaan aplikasi TikTok yang berlebihan dapat memberikan dampak yang buruk bagi penggunanya, seperti penggunanya tidak mengenal waktu, cenderung sibuk sendiri dan juga dapat membuat penggunanya mengalami gangguan keperibadian atau biasa disebut dengan narsistik. Perilaku narsistik adalah rasa cinta kepada diri sendiri yang berlebihan, yang juga bisa diartikan sebagai perhatian berlebihan pada diri sendiri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan penggunaan media sosial TikTok dengan perilaku narsistik pada remaja madya (15-18) tahun di SMKN 1 Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi korelasi dan pedekatan Study Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling, dengan populasi 360 siswa/i dan didapatkan besar sampel 78 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji analisis univariat didapatkan distribusi frekuensi penggunaan media sosial TikTok mayoritas responden menggunakan media sosial TikTok kategori sedang 61 (78,2%), dan distribusi frekuensi perilaku narsistik sebagian besar responden mengalami narsistik kategori sedang 32 (41%), dan uji analisis bivariat menggunakan uji Chi Square didapatkan p value 0,022<0,05 yang diartikan Ha diterima. Kesimpulan: adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial tiktok dengan perilaku narsistik pada remaja madya (15-18 tahun) di SMKN 1 Pekanbaru dari hasil tersebut disarankan bagi siswa/i dapat menggurangi penggunaan media sosial TikTok yang berlebihan agar tidak mengalami gangguan keperibadian narsistik.
Social media TikTok is one of the video-based applications that can be created by anyone with durations ranging from 15 to 60 seconds. Excessive use of the TikTok application can have negative impacts on its users, such as losing track of time, becoming self-absorbed, and potentially developing personality disorders, commonly known as narcissism. Narcissistic behavior is characterized by excessive self-love and attention to oneself. The aim of this research is to determine the relationship between TikTok usage and narcissistic behavior among mid- adolescents (aged 15-18) at SMKN 1 Pekanbaru. This study employed a quantitative approach with a correlational design and a Cross-Sectional Study approach. The sampling technique used was stratified random sampling, with a population of 360 students and a sample size of 78 respondents. Data collection was conducted using a questionnaire. Univariate analysis showed that the majority of respondents (78.2%) used TikTok moderately, while in terms of narcissistic behavior, most respondents (41%) exhibited moderate levels of narcissism. Bivariate analysis using Chi-Square test yielded a p-value of 0.022 < 0.05, indicating that the alternative hypothesis (Ha) is accepted, suggesting a significant relationship between TikTok usage and narcissistic behavior among mid- adolescents. Conclusion: There is a significant relationship between TikTok usage and narcissistic behavior among mid-adolescents (15-18 years old) at SMKN 1 Pekanbaru. Based on these findings, it is recommended that students reduce excessive TikTok usage to avoid developing narcissistic personality disord