Hubungan pola asuh orang tua terhadap kesehatan mental remaja awal di SMP Negeri 1 Cerenti
Institutional Metadata
Abstract
Lebih dari 19 juta penduduk di Indonesia dengan usia 10-13 tahun mengalami masalah mental emosional. Salah satu faktor yang berpengaruh kepada kesehatan mental yaitu pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua yang negatif yang mencakup pembatasan, larangan, dan interogasi terus-menerus akan berisiko terhadap kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap kesehatan mental remaja awal di SMP Negeri 1 Cerenti. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 164 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Cerenti, dengan sampel sebanyak 116 responden yang diperoleh menggunakan teknik probability sampling dengan stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Parental Bonding Instrument (PBI) untuk mengukur pola asuh orang tua dan Mental Health Inventory (MHI-38) untuk mengukur kesehatan mental remaja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh pola asuh otoriter sebanyak 47 responden (40,5%), diikuti pola asuh permisif sebanyak 35 responden (30,2%), dan pola asuh demokratis sebanyak 34 responden (29,3%). Berdasarkan kondisi kesehatan mental, sebanyak 63 responden (54,3%) memiliki kesehatan mental baik, sedangkan 53 responden (45,7%) memiliki kesehatan mental kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value = 0,002 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan kesehatan mental remaja awal di SMP Negeri 1 Cerenti.
More than 19 million people in Indonesia aged 10-13 years experience mental emotional problems. One factor that affects mental health is parenting. Negative parenting that includes restrictions, prohibitions, and constant interrogation will risk mental health.. Therefore, this study was conducted to determine the relationship between parenting style and the mental health of early adolescents.This study aimed to determine the relationship between parenting style and the mental health of early adolescents at SMP Negeri 1 Cerenti. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design. The study population consisted of 164 seventh-grade students, and 116 respondents were selected using probability sampling with a stratified random sampling technique. Parenting style was measured using the Parental Bonding Instrument (PBI) questionnaire, while mental health was assessed using the Mental Health Inventory (MHI-38) questionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a significance level of α = 0.05. The results showed that the majority of respondents experienced authoritarian parenting (47 respondents; 40.5%), followed by permissive parenting (35 respondents; 30.2%) and democratic parenting (34 respondents; 29.3%). Regarding mental health status, 63 respondents (54.3%) had good mental health, while 53 respondents (45.7%) had poor mental health. The bivariate analysis revealed a p-value of 0.002 (p < 0.05), indicating a statistically significant relationship between parenting style and the mental health of early adolescents at SMP Negeri 1 Cerenti.