Hubungan Self Care Management Terhadap Kontrol Tekanan Darah Pada Pasien dengan Hipertensi di Klinik Utama Nusa Lima Pekanbaru
Institutional Metadata
Abstract
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi memerlukan self care management yang optimal, meliputi kepatuhan pengobatan, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pemantauan tekanan darah, dan pemeriksaan kesehatan rutin. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan self care management dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di Klinik Utama Nusa Lima Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi yang berobat di poliklinik penyakit dalam Klinik Utama Nusa Lima Pekanbaru sebanyak 261 orang. Sampel berjumlah 72 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) dan lembar observasi tekanan darah. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 42 responden (58%) memiliki self care management baik dan 43 responden (60%) memiliki tekanan darah terkontrol. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara self care management dengan pengendalian tekanan darah (p < 0,001). Dengan demikian, self care management berhubungan signifikan dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Edukasi kesehatan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan self care management dan mengurangi risiko komplikasi hipertensi. Kata kunci: hipertensi, HSMBQ, self care management, tekanan darah.
Hypertension is a non-communicable disease that stands as a leading cause of morbidity and mortality worldwide. Controlling blood pressure in hypertensive patients requires optimal self-care management, encompassing medication adherence, dietary regulation, physical activity, blood pressure monitoring, and routine health check-ups. This study aimed to analyze the relationship between self-care management and blood pressure control among hypertensive patients at the Nusa Lima Utama Clinic in Pekanbaru. A quantitative method was employed, utilizing a descriptive-correlational design and a cross-sectional approach. The study population consisted of all 261 hypertensive patients receiving treatment at the internal medicine clinic of the Nusa Lima Utama Clinic in Pekanbaru. A sample of 72 respondents was selected using the accidental sampling technique. Data were collected using the Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) and blood pressure observation sheets. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that 42 respondents (58%) demonstrated good self-care management, while 43 respondents (60%) had controlled blood pressure. The Chi-Square test results indicated a significant relationship between self-care management and blood pressure control (p < 0.001). Thus, self-care management is significantly associated with blood pressure control in hypertensive patients. Continuous health education is essential to improve self-care management and reduce the risk of hypertension-related complications. Keywords: hypertension, HSMBQ, self-care management, blood pressure.