Hubungan Self Management Dengan Pengontrolan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Lima Puluh Kota Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Hubungan Self Management Dengan Pengontrolan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Lima Puluh Kota Pekanbaru Xiv + 54 Halaman + 1 Skema + 8 Tabel + 11 Lampiran Hipertensi merupakan kondisi terjadi peningkatan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg secara kronis, yang menyebabkan kesakitan pada seseorang bahkan menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi dapat terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Melakukan kontrol tekanan darah merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyakit tekanan darah tinggi dan menurunkan angka kejadian penyakit hipertensi. Survey yang dilakukan di Puskesmas Lima Puluh Kota Pekanbaru dengan mewawancarai 7 orang (70%) mereka mengatakan belum melakukan terapi Self Management untuk menurunkan tekanan darah, hanya menggunakan obat anti hipertensi dan juga ada yang minum rebusan daun sirsak dan mengkonsumsi mentimun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Self Management Dengan Pengontrolan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Lima Puluh Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dilakukan terhadap 66 responden dengan teknik probability sampling jenis random sampling. Dengan alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Perilaku Manajemen Diri Hipertensi (HSMBQ) terdiri dari 40 item diberi skor pada 4 poin skala mulai dari 1 (tidak pernah) sampai 4 (selalu). Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji chi square diperoleh p value (0,23) > ? (0,05) dengan demikian H0 diterima dan Ha ditolak berarti tidak ada Hubungan Self Management Dengan Pengontrolan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi. Rekomendasi penelitian selanjutnya mengembangkan tentang Pengaruh Self Healing Terhadap Peningkatan Tekanan Darah Pasien Hipertensi. Kata kunci : Self Management, Pengontrolan Tekanan Darah, Hipertensi Daftar Pustaka : 34 (2009-2019)