Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Insomnia pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi S1 Keperawatan STIKes Payung Negeri Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
ABSTRAK Pada mahasiswa tingkat akhir sering mengalami beberapa tuntutan, seperti tugas- tugas perkuliahan, tuntutan orang tua untuk mendapat gelar sarjana tepat waktu. Adanya tuntunan pada tingkat akhir pada mahasiswa ini menimbulkan beberapa dampak pada mahasiswa itu sendiri. Salah satu dampak yang ditimbulkan adalah adanya perasaan cemas berlebihan, perasaan cemas tersebut akan menyebabkan insomnia pada mahasiswa. Gangguan cemas dan insomnia adalah dua hal yang sangat berkaitan erat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan tingkat kecemasan dengan insomnia pada mahasiswa tingkat akhir S1 keperawatan STIkes Payung Negeri Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa S1 Keperawatan tingkat akhir di STIKes Payung Negeri Kota Pekanbaru dengan jumlah 81 orang. Instrumen menggunakan kuesioner kecemasan DASS 42 dan Insomnia severity index. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 41 responden (50,6%) tidak mengalami kecemasan dan 54 responden (66,7%) tidak mengalami insomnia. Hasil uji statistic chi-square diperoleh p value = 0,038 < 0,05 yang artinya Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Insomnia Pada Mahasiswa Tingkat Akhir S1 Keperawatan STIKes Payung Negeri Pekanbaru. Rekomendasi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan kepada kelompok lain atau pada tempat yang berbeda, sehingga dapat memperoleh informasi lebih yang berkaitan dengan tingkat kecemasan dan insomnia.
ABSTRACT At the level of final students often experience several things, such as lecture assignments, demanding parents to get a bachelor's degree on time. The existence of guidance at the final level on these students has several impacts on the students themselves. One of the impacts is excessive worry, this concern will cause insomnia in students. Anxiety disorders and insomnia are two things that are very closely related. The purpose of this study was to determine the relationship between anxiety levels and insomnia in final year undergraduate students Improving STIkes Payung Negeri Pekanbaru. This type of research is quantitative with descriptive correlational approach. This research was carried out on undergraduate Nursing students at the final level of the State Payung StiKes Pekanbaru City with a total of 81 people. The instrument used the DASS 42 anxiety questionnaire and the Insomnia Severity Index. The analysis used is univariate and bivariate with Chi Square test. The results of this study showed that 41 respondents (50.6%) did not experience anxiety and 54 respondents (66.7%) did not experience insomnia. The results of the chi-square statistical test obtained p = 0.038 <0.05, which means Ho is rejected, so it can be said that there is a relationship between Anxiety Levels and Insomnia in Final Year Students of S1 Nursing Stikes Payung Negeri Pekanbaru. The recommendation of the next researcher is expected to be able to carry out further research to other groups or in other places, so that they can obtain more information related to the level of anxiety and insomnia.