hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas lirik
Institutional Metadata
Abstract
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Kepatuhan minum obat merupakan salah satu faktor penting dalam pengendalian tekanan darah. Tingkat pengetahuan pasien mengenai hipertensi dan pengobatannya diduga dapat berhubungan dengan kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lirik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 146 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan Hypertension Knowledge Level Scale (HK-LS), sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 78 responden (53,4%) memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan 68 responden (46,6%) memiliki tingkat pengetahuan rendah. Responden yang patuh minum obat sebanyak 81 orang (55,5%), sedangkan 65 orang (44,5%) tidak patuh. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p < 0,001, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lirik. Pasien dengan tingkat pengetahuan tinggi menunjukkan proporsi kepatuhan minum obat yang lebih besar dibandingkan pasien dengan tingkat pengetahuan rendah.
Hypertension is a chronic disease requiring long-term treatment. Medication adherence is a crucial factor in blood pressure control. A patient's level of knowledge regarding hypertension and its treatment is hypothesized to be associated with adherence to taking antihypertensive medication. This study aimed to determine the relationship between the level of knowledge and medication adherence among hypertensive patients in the working area of the Lirik Community Health Center (UPTD Puskesmas Lirik). A quantitative method was employed using a correlational design and a cross-sectional approach. The study sample consisted of 146 respondents selected via accidental sampling. Knowledge levels were measured using the Hypertension Knowledge Level Scale (HK-LS), while medication adherence was measured using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that 78 respondents (53.4%) had a high level of knowledge, while 68 respondents (46.6%) had a low level of knowledge. Regarding adherence, 81 respondents (55.5%) were adherent to their medication, whereas 65 respondents (44.5%) were non- adherent. The Chi-Square test yielded a p-value of < 0.001, indicating a significant relationship between the level of knowledge and medication adherence among hypertensive patients. There is a significant relationship between the level of knowledge and medication adherence among hypertensive patients in the working area of the Lirik Community Health Center. Patients with a high level of knowledge demonstrated a higher proportion of medication adherence compared to those with a low level of knowledge.