Hubungan tingkat pengetahuan tentang ulkus diabetikum dengan pencegahan terjadiya Ulkus diabetikum pada pasien diabetes mellitus di puskesmas simpang tiga Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyebab utama kematian secara global, menyumbang 63% dari total kematian di seluruh dunia setiap tahunnya. Penderita DM rentan mengalami amputasi kaki akibat ulkus diabetikum, yaitu kerusakan pada lapisan kulit yang dapat meluas ke jaringan di bawahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara tingkat pengetahuan tentang ulkus diabetikum dengan upaya pencegahan pada pasien DM di Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan studi cross sectional dengan 66 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan penderita DM terkategorikan rendah (71,21%) dan upaya pencegahan ulkus diabetikum cenderung buruk (78,78%). Hasil uji statistik didapatkan p value 0,01<0,05 menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan tindakan pencegahan ulkus diabetikum pada pasien DM di Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Rekomendasi penelitian ini adalah untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan penderita Diabetes Mellitus dalam mencegah terjadinya ulkus diabetikum.
Diabetes mellitus (DM) is the leading cause of death globally, accounting for 63% of total deaths worldwide each year. Individuals with DM are at risk of experiencing foot amputation due to diabetic ulcers, which are damages to the skin layers that can extend to the tissues beneath. This study aims to explore the relationship between the level of knowledge about diabetic ulcers and preventive efforts among DM patients at the Simpang Tiga Pekanbaru Community Health Center. The method used is descriptive correlation with a cross-sectional study approach with 66 respondents. The research findings indicate that the knowledge of DM patients is categorized as low (71.21%) and the efforts to prevent diabetic ulcers tend to be poor (78.78%). The statistical test results with a p-value of 0.01<0.05 show a significant relationship between knowledge and preventive actions for diabetic ulcers among DM patients in Simpang Tiga, Pekanbaru. The recommendation of this study is to conduct further research on the factors influencing the knowledge of Diabetes Mellitus patients in preventing diabetic ulcers.