Keperawatan Terapi Gerak Untuk Meningkatkan Kemandirian Diri Pada Pasien Isolasi Sosial Di Ruangan Kuantan Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau.
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Isolasi sosial merupakan kondisi kesendirian yang di alami oleh individu. Tujuan penerapan journal ini memberikan gambaran tentang hasil praktik Profesi Ners dengan aplikasi Asuhan Keperawatan Terapi Gerak Untuk Meningkatkan Kemandirian Diri Di Rumah sakit jiwa Tampan Provinsi Riau. Intrument yang digunakan adalah lembar observasi tanda dan gejala isolasi sosial. Subjek penelitian ini adalah 2 pasien dengan isolasi sosial. Hasil Pada saat dilakukan penerapan terapi gerak selama 3 hari terdapat penurunan tanda dan gejala pada pasien dengan isolasi sosial. Pada pasien I terdapat perubahan dari skor 12 menjadi 10. Sedangkan pasien II didapatkan skor awal 12 menjadi 6. Penulis merekomendasikan kepada tempat penelitian agar dapat menerapkan terapi gerak pada pasien dengan isolasi sosial agar dapat meningkatkan kemandirian diri pasien.
Social isolation is a condition of loneliness experienced by individuals. The aim of implementing this journal is to provide an overview of the results of the practice of the Nursing Profession using the application of Movement Therapy Nursing Care to Increase Self-Independence at the Tampan Mental Hospital, Riau Province. The instrument used was an observation sheet for signs and symptoms of social isolation. The subjects of this study were 2 patients with social isolation. Results: When movement therapy was applied for 3 days, there was a reduction in signs and symptoms in patients with social isolation. In patient I, there was a change from a score of 12 to 10. Meanwhile, patient II had an initial score of 12 to 6. The author recommends that research sites apply movement therapy to patients with social isolation in order to increase the patient's self-independence.