Manihot Food Box Eco-Green
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Limbah kulit singkong (Manihot esculenta Crantz) sering kali tidak dimanfaatkan dengan baik dan justru mencemari lingkungan karena mudah membusuk. Saat ini, pemanfaatannya masih terbatas pada produk pangan seperti keripik, karamel, pakan ternak, dan pupuk organik cair. Padahal, kulit singkong mengandung 57% selulosa dan 22% lignin, sehingga berpotensi sebagai bahan baku alternatif pembuatan kertas. Survei menunjukkan bahwa masyarakat hanya memanfaatkan daun dan umbi singkong, sementara kulitnya dibuang begitu saja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah kulit singkong menjadi Manihot Food Box Eco-Green, yaitu kotak makanan ramah lingkungan sebagai alternatif kemasan plastik dan styrofoam. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomis limbah kulit singkong.
Cassava peel waste (Manihot esculenta Crantz) is often not utilized properly and instead contributes to environmental pollution due to its high moisture content, which causes rapid decay. Currently, its use is limited to food products such as chips, caramel, animal feed, and liquid organic fertilizer. However, cassava peel contains 57% cellulose and 22% lignin, making it a potential alternative raw material for paper production. Surveys indicate that local communities only use cassava leaves and tubers, while the peels are discarded. Therefore, this study aims to process cassava peel waste into the Manihot Food Box Eco-Green, an eco-friendly food container as an alternative to plastic and Styrofoam packaging. This innovation is expected to reduce environmental pollution while increasing the economic value of cassava peel waste.