Mayneapple Totebag
Institutional Metadata
Abstract
Satu upaya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pengembangan industri kreatif. Salah satu limbah yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan adalah daun nanas (Ananas comosus L.) yang selama ini masih belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya menjadi limbah setelah masa panen. Melihat potensi tersebut, dikembangkan usaha Mayneapple Totebag, yaitu produk tas berbahan dasar serat daun nanas yang dipadukan dengan batik khas Riau sebagai identitas budaya lokal. Tujuan pengembangan usaha ini adalah menghasilkan inovasi produk tas dengan desain yang lebih bervariasi, meningkatkan nilai jual melalui penguatan unsur budaya lokal, memperluas jangkauan pasar melalui strategi pemasaran digital dan kemitraan, serta mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Kegiatan usaha direncanakan berlokasi di Jalan Jenderal Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, yang difungsikan sebagai pusat produksi sekaligus outlet pemasaran. Proses produksi memanfaatkan serat daun nanas sebagai bahan baku utama dengan dukungan berbagai peralatan produksi dan bahan pelengkap. Hasil yang diharapkan dari usaha ini adalah terciptanya produk totebag ramah lingkungan yang memiliki nilai estetika, nilai ekonomi, serta mampu mengurangi limbah daun nanas. Selain itu, penggunaan batik khas Riau pada desain produk diharapkan dapat memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar.
one effort to support environmental conservation and the development of the creative industry. One waste product with significant potential for utilization is pineapple leaves (Ananas comosus L.), which have been underutilized and generally end up as waste after harvest. Recognizing this potential, the Mayneapple Totebag business was developed, producing bags made from pineapple leaf fibers combined with Riau batik, a local cultural identity. The goal of this business development is to produce innovative bag products with more varied designs, increase sales value by emphasizing local cultural elements, expand market reach through digital marketing strategies and partnerships, and encourage sustainable business growth. The business is planned to be located on Jalan Jenderal Labuh Baru Timur, Payung Sekaki District, Pekanbaru City, which will function as both a production center and a marketing outlet. The production process utilizes pineapple leaf fibers as the primary raw material, supported by various production equipment and complementary materials. The expected outcome of this business is the creation of environmentally friendly totebags that have aesthetic and economic value, while reducing pineapple leaf waste. Furthermore, the use of Riau batik in product designs is expected to promote and preserve local culture while increasing product competitiveness in the market.