PEMBERDAYAAN IBU PKK DESA RIMBO PANJANG DALAM PEMANFAATAN PRODUK ECOGREEN MENJADI BANTAL DAN BONEKA HIAS
Institutional Metadata
Abstract
Desa Rimbo Panjang merupakan salah satu sentra penghasil nanas di Provinsi Riau yang menghasilkan limbah daun nanas dalam jumlah melimpah. Namun, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan belum memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ibu PKK Desa Rimbo Panjang melalui pemanfaatan limbah daun nanas sebagai produk ecogreen berupa bantal dan boneka hias guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta membuka peluang usaha berbasis potensi lokal. Metode pelaksanaan dilakukan selama dua bulan melalui tiga tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan limbah daun nanas, sedangkan pelatihan difokuskan pada praktik pembuatan serat daun nanas hingga menjadi produk bantal dan boneka hias. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian kegiatan berdasarkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan peserta dalam mengolah limbah daun nanas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ibu PKK mampu memahami potensi limbah daun nanas, mengolah serat menjadi produk ecogreen, serta memiliki keterampilan dalam membuat bantal dan boneka hias yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas masyarakat dan mendukung pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan. Disarankan agar kegiatan serupa terus dikembangkan melalui pendampingan dan penguatan pemasaran produk sehingga keberlanjutan program dapat terwujud.
Rimbo Panjang Village is one of the pineapple production centers in Riau Province, generating a large amount of pineapple leaf waste. However, this waste has not been optimally utilized, resulting in potential environmental pollution and the loss of economic value for the local community. This community empowerment program aimed to empower the Family Welfare Empowerment (PKK) women of Rimbo Panjang Village through the utilization of pineapple leaf waste as ecogreen products in the form of pillows and decorative dolls to enhance their knowledge, skills, and opportunities for developing local resource-based businesses. The program was implemented over a two-month period through three main stages: socialization, training, and monitoring and evaluation. The socialization stage was conducted to improve participants' understanding of pineapple leaf waste utilization, while the training stage focused on the practical process of extracting pineapple leaf fibers and transforming them into pillows and decorative dolls. Monitoring and evaluation were carried out to assess participants' knowledge, skills, and ability to process pineapple leaf waste. The results showed that the PKK women were able to understand the potential of pineapple leaf waste, process it into ecogreen products, and develop the skills required to produce pillows and decorative dolls with functional and economic value. This program contributed to increasing community productivity while promoting environmentally friendly waste management. It is recommended that similar programs be continued through sustainable assistance and strengthened product marketing to ensure long-term program sustainability.