Skripsi (S1)

Penerapan Aromaterapi Rosemary Pada Pasien CA Nasofaring Sebagai Intervensi Masalah Keperawatan Nyeri Kronis di Ruangan Dahlia RSUD Arifin Achmad.

person Siska Nia Lisdayanti, S. Kep
calendar_today 2024
school Profesi Ners

Institutional Metadata

Student ID 23501085
Study Program
Profesi Ners
Faculty Fakultas Keperawatan
Thesis Type Skripsi (S1)
Supervisor Ns. Angga Arfina, M.Kep
Upload Date 07 October 2026
Keywords
Rosemary Nyeri Ca Nasofaring

Abstract

Kanker nasofaring terjadi adanya multifaktorial termasuk infeksi virus epstein barr (EBV), lingkungan seperti paparan karsinogen (formaldehida), debu kayu dan asap kayu bakar, merokok, dan makanan (mengonsumsi ikan asin yang mengandung nitrosamin, daging asin, sayur asin, dan daging asap). Secara umum pasien kanker nasofaring nyeri disebabkan oleh metastasis, adanya tekanan atau infiltrasi, dampak dari pengobatan itu sendiri baik kemoterapi, radiasi dan pembedahan, serta nyeri dapat disebabkan oleh infeksi. Beberapa tindakan yang dapat untuk penanganan kanker secara farmakologis diantara lain kemoterapi dan radioterapi. Terapi non farmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian aromaterapi. Pada penelitian ini menggunakan aromaterapi rosemary, dan kandungan rosemary seperti 1,8-cineol dan linalool berperan dalam meredakan stress dan memberikan efek relaksasi. Efektivitas 1,8 sineol pada pengurangan intensitas rasa sakit. Tujuan Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini adalah untuk menganalisis intervensi aromaterapi rosemary dalam menurunkan nyeri pada pasien kanker nasofaring yang mengalami nyeri kronis. Penelitian ini dilakukan dengan jumlah responden 2 orang dengan terdiagnosa karsinoma nasofaring. Instrument penelitian menggunakan diffuser, aromaterapi rosemary, dan Numeric Rating Scale (NRS). Pemberian aromaterapi rosemary yang diberikan secara inhalasi selama 30 menit dengan waktu 3 hari, dilakukan dengan cara melakukan penilaian sebelum dan sesudah dengan menggunakan numerik rating scale (NRS). Evaluasi dari implementasi aromaterapi rosemary didapatkan tingkat nyeri berkurang. Pemberian aromaterapi rosemary pada pasien dilakukan selama 3 hari terjadi penurunan skala nyeri dari 6 (sedang) hari pertama menjadi 1 (ringan) pada hari ketiga. Aromaterapi rosemary dapat dijadikan sebagai alternatif tindakan dalam mengurangi mual muntah pada pasien kanker nasofaring yang mengalami nyeri.

Nasopharyngeal cancer is multifactorial, including infection with the Epstein Barr virus (EBV), the environment, such as exposure to carcinogens (formaldehyde), wood dust and firewood smoke, smoking, and food (consuming salted fish containing nitrosamines, salted meat, salted vegetables, and smoked meat). ). In general, pain in nasopharyngeal cancer patients is caused by metastasis, pressure or infiltration, the impact of the treatment itself, including chemotherapy, radiation and surgery, and pain can be caused by infection. Some actions that can be used to treat cancer pharmacologically include chemotherapy and radiotherapy. Non- pharmacological therapy that can be done is by administering aromatherapy. In this study, rosemary aromatherapy was used, and rosemary ingredients such as 1,8- cineol and linalool play a role in relieving stress and providing a relaxing effect. Effectiveness of 1,8 cineole on reducing pain intensity. The aim of this Final Scientific Work for Nurses (KIAN) is to analyze the intervention of rosemary aromatherapy in reducing pain in nasopharyngeal cancer patients who experience chronic pain. This research was conducted with 2 respondents who were diagnosed with nasopharyngeal carcinoma. The research instrument used a diffuser, rosemary aromatherapy, and the Numeric Rating Scale (NRS). Rosemary aromatherapy is given by inhalation for 30 minutes over 3 days, carried out by conducting a before and after assessment using a numerical rating scale (NRS). Evaluation of the implementation of rosemary aromatherapy found that the level of pain was reduced. Giving rosemary aromatherapy to patients for 3 days resulted in a decrease in the pain scale from 6 (moderate) on the first day to 1 (mild) on the third day. Rosemary aromatherapy can be used as an alternative measure to reduce nausea and vomiting in nasopharyngeal cancer patients who experience pain.

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download

Research Snapshot

2024 • Fakultas Keperawatan

Penerapan Aromaterapi Rosemary Pada Pasien CA Nasofaring Sebagai Intervensi Masalah Keperawatan Nyeri Kronis di Ruangan Dahlia RSUD Arifin Achmad.

Siska Nia Lisdayanti, S. Kep
contact_support