penerapan asuhan keperawatan terapi menggambar pada lansia dengan demensia di panti jompo embun kehidupan bangsa pekanbaru
Institutional Metadata
Abstract
ABSTRAK Demensia merupakan gangguan neurokognitif yang ditandai dengan penurunan daya ingat, orientasi, dan fungsi kognitif pada lansia sehingga dapat memengaruhi kemandirian dan kualitas hidup. Terapi menggambar merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat memberikan stimulasi kognitif pada lansia dengan demensia. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan gerontik melalui terapi menggambar pada lansia dengan demensia di Panti Jompo Embun Kehidupan Bangsa Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap lima orang lansia yang dilakukan selama enam hari melalui tahapan proses keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), penyusunan intervensi berdasarkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), implementasi, dan evaluasi. Penilaian fungsi kognitif dilakukan menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Hasil menunjukkan adanya peningkatan fungsi kognitif, konsentrasi, daya ingat, komunikasi, dan partisipasi lansia setelah diberikan terapi menggambar. Terapi menggambar dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia. Kata kunci: demensia, lansia, terapi menggambar, fungsi kognitif, asuhan keperawatan
ABSTRACT Dementia is a neurocognitive disorder characterized by declines in memory, orientation, and cognitive function in older adults, which can affect their independence and quality of life. Drawing therapy is a non-pharmacological intervention that can provide cognitive stimulation for older adults with dementia. This study aimed to implement gerontological nursing care through drawing therapy for older adults with dementia at Embun Kehidupan Bangsa Nursing Home, Pekanbaru. The method used was a case study involving five older adults over six days through the nursing care process, including assessment, establishment of nursing diagnoses based on the Indonesian Nursing Diagnosis Standards (SDKI), development of nursing interventions based on the Indonesian Nursing Intervention Standards (SIKI), implementation, and evaluation. Cognitive function was assessed using the Mini-Mental State Examination (MMSE). The results showed improvements in cognitive function, concentration, memory, communication, and participation among the older adults after receiving drawing therapy. It can be concluded that drawing therapy can be used as a non-pharmacological nursing intervention to help improve cognitive function in older adults with dementia. Keywords: dementia, older adults, drawing therapy, cognitive function, nursing care