KTI

Penerapan Handheld fan Terhadap Derajat Dispnea Pada Pasien Kanker Paru Di Ruang Jasmin Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau

person Mira Herlina, S.Kep
calendar_today 2025
school Profesi Ners

Institutional Metadata

Student ID 23501047
Study Program
Profesi Ners
Faculty Fakultas Keperawatan
Thesis Type KTI
Supervisor Ns.Gita Adelia, M.Kep
Upload Date 16 October 2026
Keywords
Kanker paru Dipsnea Handheld Fan

Abstract

Kanker paru menduduki peringkat kedua dalam prevalensi kanker di dunia dengan angka kejadian mencapai 2,21 juta kasus pada tahun 2020. Dipsnea merupakan salah satu gejala yang paling sering muncul dan berulang, serta sulit untuk diatasi. Dispnea memiliki dampak negatif pada kesejahteraan, aktivitas sehari-hari termasuk, dan secara signifikan menurunkan kualitas hidup. Salah satu tindakan yang dapat mengurangi dispnea adalah dengan handheld fan therapy. Tujuan penerapan intervensi ini adalah untuk mengetahui perubahan derajat dispnea pada pasien kanker paru. Metode yang digunakan adalah case study. Sampel penelitian ini adalah pasien kanker paru berjumlah 2 orang. Alat ukur yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS), Stopwatch guna mengukur frekuensi pernapasan, dan Pulse Oksimetry. Pelaksanaan intervensi dilakukan selama 3 hari mulai dari tanggal 29 sampai 31 Mei 2024 berupa pemberian intervensi handheld fan therapy sebanyak 2 kali sehari dengan jarak 15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi handheld fan terjadi penurunan derajat dispnea ditandai dengan penurunan frekuensi pernafasan dari 28 kali/menit menjadi 22 kali/menit, peningkatan saturasi oksigen dari 94% menjadi 98%, dan penurunan skor NRS dispnea dari 5 menjadi 2 atau dari sedang ke ringan.

Lung cancer ranks second in the prevalence of cancer in the world with an incidence of 2.21 million cases by 2020. Dyspnea is one of the most frequently occurring and recurring symptoms, as well as difficult to deal with. Dyspnea has a negative impact on well-being, including daily activities, and significantly reduces the quality of life. One action that can reduce dyspnea is with handheld fan therapy. The purpose of this intervention is to determine the changes in the degree of dyspnea in lung cancer patients. The method used is a case study. The sample of this study was two lung cancer patients. Measurements used are Numeric Rating Scale (NRS), Stopwatch to measure respiratory frequency, and Pulse Oximetry. The intervention was carried out for 3 days from 29 to 31 May 2024 by handheld fan therapy intervention of 2 times a day with a distance of 15 cm. The results of the study showed that after the conduct of handhell therapy there was a decrease in the degree of dyspnea characterized by a reduction in respiratory frequency from 28 times/min to 22 times /min, an increase in oxygen saturation from 94% to 98%, and a decline in the NRS score of dispnea from 5 to 2..

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download

Research Snapshot

2025 • Fakultas Keperawatan

Penerapan Handheld fan Terhadap Derajat Dispnea Pada Pasien Kanker Paru Di Ruang Jasmin Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau

Mira Herlina, S.Kep
contact_support