Penerapan Minyak Zaitun Dengan Gangguan Integritas Kulit Di Ruangan Hemodialisa Rsud Arifin Achmad Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Gagal ginjal Kronik adalah suatu keadaan penurunan fungsi ginjal secara mendadak. Tindakan hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik dapat menyebabkan komplikasi seperti kulit tampak kering dan timbulnya pruritus sehingga menimbulkan risiko gangguan integritas kulit, selain tindakan terapi farmakologis tentunya juga memerlukan tindakan non farmakologis untuk menunjang optimalnya terapi farmakologis dan program HD, salah satunya adalah pemberian minyak zaitun. Tujuannya adalah mengatasi pruritus dan meningkatkan kelembapan kulit. Asuhan keperawatan ini dilakukan di ruang Hemodialisa RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Jumlah responden dalam penerapan minyak zaitun ini ada 2 orang. Dilakukan selama ± 10 – 15 menit. Pengkajian skala pruritus ini dilakukan pre-post pemberian minyak zaitun. Alat ukur yang digunakan adalah Numerical Rating Scale (NRS) pruritus dan prosedur pemberian minyak zaitun. Hasil yang didapatkan setelah melakukan penerapan minyak zaitun, terdapat penurunan skala pruritus dan peningkatan kelembapan kulit pada, sedangkan pada Tn.U sebelum diberikan minyak zaitun skor pruritus 5 menjadi skor 4 . Ny.S dari skor 4 menjadi skor 3. Berdasarkan hal tersebut bahwa pemberian minyak zaitun dapat membantu untuk mengatasi masalah angguan integritas kulit pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
Chronic kidney failure is a condition where kidney function suddenly decreases. Hemodialysis in patients with chronic kidney failure can cause complications such as dry skin and the appearance of pruritus, thereby creating a risk of impaired skin integrity. In addition to pharmacological therapy, of course it also requires non- pharmacological measures to support optimal pharmacological therapy and HD programs, one of which is the administration of olive oil. The purpose of giving olive oil is to treat pruritus and increase skin moisture. This nursing care is carried out in the Hemodialysis room at Arifin Achmad Hospital, Riau Province. The number of respondents in applying olive oil was 2 people. Performed for ± 10 – 15 minutes. This pruritus scale assessment was carried out pre-post administration of olive oil. The measuring instruments used were the Numerical Rating Scale (NRS) for pruritus and the procedure for administering olive oil. The results obtained after applying olive oil, there was a decrease in the pruritus scale and an increase in skin moisture, whereas for Mr. U before being given olive oil, the pruritus score was 5 to 4. Mrs. S from a score of 4 to a score of 3. Based on this, the administration of olive oil can help to overcome the problem of impaired skin integrity in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis.