Penerapan Pemberian Posisi Orthopenic Pada Pasien CKD Yang Mengalami Dispnea Dengan Masalah Keperawatan Pola Napas Tidak Efektif Di Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi klinis berupa kerusakan pada ginjal yang berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Salah satu gejala yang sering muncul pada pasien CKD adalah pola napas tidak efektif. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini adalah dengan penerapan posisi orthopneic. Posisi orthopneic dapat membantu mengurangi dyspnea (sesak napas) karena posisi ini mendukung peningkatan fungsi paru-paru. Dalam posisi ini, pergerakan diafragma menurun dan tulang rusuk menjadi lebih tegang akibat perubahan pada dinding dada, yang secara keseluruhan membantu memperbaiki pola pernapasan. Evidence-Based Nursing (EBN) yang dilakukan dalam kasus ini adalah intervensi berupa pemberian posisi orthopneic pada pasien CKD dengan pola napas tidak efektif. Metode yang digunakan adalah eksperimen (pemberian perlakuan) pada satu subjek selama tiga hari. Pengukuran tingkat dyspnea dilakukan menggunakan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dengan pendekatan pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil pengkajian, penerapan posisi orthopneic menunjukkan adanya pengaruh terhadap penurunan pola napas tidak efektif pada pasien CKD di ruang Kenanga 1 RSUD Arifin Achmad. Setelah intervensi dilakukan selama tiga hari, diperoleh hasil berupa penurunan tingkat dispnea dari meningkat menjadi menurun. Hasil penerapan intervensi ini dapat dijadikan sumber informasi dan acuan dalam pemberian asuhan keperawatan bagi pasien CKD yang mengalami pola napas tidak efektif. Selain itu, tindakan ini juga dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri yang bisa dilakukan oleh pasien secara mandiri di rumah untuk membantu mengatasi dyspnea. Dengan demikian, intervensi ini memiliki potensi untuk menjadi salah satu strategi efektif dalam praktik keperawatan untuk pasien CKD.
Chronic Kidney Disease (CKD) is a clinical condition characterized by kidney damage that persists for more than three months. One of the common symptoms experienced by patients with CKD is an ineffective breathing pattern. One approach to address this issue is the implementation of the orthopneic position. This position can help reduce dyspnea (shortness of breath) as it supports improved lung function. In this position, diaphragmatic movement decreases and the rib cage becomes more rigid due to changes in the chest wall, which collectively contribute to improved respiratory patterns. The Evidence-Based Nursing (EBN) intervention applied in this case involved the use of the orthopneic position for a CKD patient experiencing an ineffective breathing pattern. The method used was an experimental approach (treatment intervention) conducted on a single subject over a period of three days. The level of dyspnea was measured using the Indonesian Nursing Outcome Standards (SLKI) through a pre-test and post-test design. Based on the assessment results, the application of the orthopneic position demonstrated an effect in reducing the ineffective breathing pattern in a CKD patient in the Kenanga 1 ward of Arifin Achmad Regional Hospital. After three days of intervention, a decrease in the level of dyspnea was observed—from increased to reduced levels. The results of this intervention can serve as a source of information and a reference for providing nursing care to CKD patients experiencing ineffective breathing patterns. In addition, this intervention can be implemented as a self-care technique, allowing patients to independently manage dyspnea at home. Therefore, this intervention has the potential to become one of the effective nursing strategies for managing dyspnea in patients with CKD.