Penerapan relaksasi otot progresif untuk mengatasi masalah keperawatan fatigue pada anak kanker di ruangan anggrek non infeksi RSUD arifin achmad Provinsi Riau
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Pasien anak penderita kanker yang menjalani kemoterapi sering mengalami kelelahan akibat pertumbuhan sel abnormal yang berlangsung secara progresif dan berdampak pada kerusakan sel normal serta bagian tubuh lainnya. Kelelahan merupakan salah satu masalah keperawatan yang dapat ditangani melalui intervensi nonfarmakologis, salah satunya terapi otot progresif. Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi otot progresif dalam mengatasi kelelahan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Ruang Anggrek Non infeksius RSUD Arifin Achmad. Intervensi dilakukan selama tiga hari dengan frekuensi satu kali sehari dan durasi 15 menit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, serta menggunakan alat ukur tensimeter dan skala FOA-A. Evaluasi hasil intervensi mengacu pada Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kelelahan yang signifikan setelah pemberian terapi otot progresif, yaitu dari skor 24 sebelum intervensi menjadi 7 setelah intervensi. Terapi otot progresif terbukti efektif dalam menurunkan intensitas kelelahan dan meningkatkan kemampuan aktivitas pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif tindakan keperawatan nonfarmakologis dalam mengatasi kelelahan pada pasien kanker.
Pediatric cancer patients undergoing chemotherapy often experience fatigue due to the progressive growth of abnormal cells that damage normal cells and other body parts. Fatigue is a nursing problem that can be addressed through non- pharmacological interventions, one of which is progressive muscle therapy. This case study aims to illustrate the application of progressive muscle therapy in addressing fatigue in cancer patients undergoing chemotherapy in the Orchid Non-Infectious Ward of Arifin Achmad Hospital. The intervention was carried out for three days with a frequency of once a day and a duration of 15 minutes. Data were collected through interviews, observations, and physical examinations, as well as using a sphygmomanometer and the FOA-A scale. Evaluation of the intervention results refers to the Indonesian Nursing Outcome Standards (SLKI). The results showed a significant decrease in fatigue levels after the administration of progressive muscle therapy, namely from a score of 24 before the intervention to 7 after the intervention. Progressive muscle therapy has been proven effective in reducing fatigue intensity and increasing the activity ability of cancer patients undergoing chemotherapy. This intervention can be used as an alternative non- pharmacological nursing action in addressing fatigue in cancer patients