Penerapan Terapi Rendam Kaki Dengan Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Kelurahan Rantau Panjang Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Beban global akibat hipertensi semakin meningkat akibat populasi meningkatnya prevalensi lansia, dan diperkirakan mempengaruhi sepertiga populasi dunia pada tahun 2025. Salah satu terapi non farmakologi yang bisa dilakukan dengan merendam kaki air hangat. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rendam kaki air hangat terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Rancangan studi kasus ini case study. Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah 2 orang lansia dengan hipertensi yang tinggal di Kelurahan Rantau Panjang Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru. Alat ukur yang digunakan dalam intervensi ini adalah lembar observasi pengukuran tekanan darah. Alat yang digunakan meliputi tensimeter digital, stopwatch, termometer air raksa, handuk, dan baskom. Intervensi ini dilakukan sebanyak 3 kali berturut-turut d l m mingg el m 15 meni deng n h i 37 C il d i di kasus ini ditemukan setelah empat hari dilakukan intervensi terapi rendam kaki didapatkan hasil penurunan tekanan darah pada responden, dimana tekanan darah pada responden 1 sebelum terapi 164/94 mmHg menjadi 144/80 mmHg setelah diberikan terapi, sedangkan tekanan darah pada responden 2 sebelum terapi 155/82 mmHg menjadi 138/80 mmHg setelah diberikan terapi. Responden juga mengatakan setelah dilakukan terapi rendam kaki dengan air hangat tingkat nyeri berkurang.
The global burden due to hypertension is increasing due to the increasing prevalence of the elderly population, and is estimated to affect one third of the world's population by 2025. One non-pharmacological therapy that can be done is soaking the feet in warm water. The aim of this study was to determine the effect of warm water foot soaks on blood pressure in elderly people with hypertension. The design of this case study is a case study. The respondents who participated in this research were 2 elderly people with hypertension who lived in Rantau Panjang Village, West Rumbai District, Pekanbaru City. The measuring tool used in this intervention is a blood pressure measurement observation sheet. The tools used include a digital blood pressure monitor, stopwatch, mercury thermometer, towel and basin. This intervention was carried out 3 times in a row in one week for 15 minutes with a water temperature of 37°C. The results of this case study found that after four days of foot soak therapy intervention, blood pressure was reduced in respondents, where blood pressure in respondent 1 before therapy was 164/94 mmHg to 144/80 mmHg after therapy, while blood pressure in respondent 2 before therapy 155/82 mmHg became 138/80 mmHg after being given therapy. Respondents also said that after doing foot soak therapy with warm water, the level of pain decreased.