PenerapanTerapiAutogenikPadaPasienDiabetesMelitusTipeIIDenganKetidakstabilan Kadarglukosa Darah Di RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Diabetes Mellitus (DM) adalah sekumpulan gejala yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosadarahsebagaiakibat defisiensiinsulinbaikrelatif maupunabsolut.DMumumnya diklasifikasikan menjadi dua kelompokyaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. Penyakit (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagaiakibatadanyagangguansistemmetabolismedalamtubuh,dimanaorganpankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah pemberian terapi relaksasi autogenikuntuk ketidakstabilan kadar glukosa darah. Penulis ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi autogenik dalam ketidakstabilan kadar glukosa darah di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Hasil menunjukkan dalam penerapan terapi relaksasi autogenik yaitu adanya penurunan yang signifikan pada pasien, dimana sebelum melakukan tindakan penerapan teknik relaksasi autogenik 324 g/dl setelah dilakukan penerapan teknik relaksasi autogenik menjadi 230 g/dl yang dilakukan selama 3 hari berturut turut. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terapi autogenik memberikan pengaruh positif dalam menurunkan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Diharapkan institusi pendidikan dapat memperluas informasi terkait asuhan keperawatan medikal bedah, pasien memperoleh pengetahuan mengenai alternatif penanganan glukosa darah, serta RSUD Arifindapat memanfaatkan temuan ini untuk meningkatkan pelayanan keperawatan di RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau
Diabetes Mellitus (DM) is a group of symptoms characterized by increased blood glucose levels as a result of both relative and absolute insulin deficiency. DM is generally classified into two groups, namely type 1 DM and type 2 DM. The disease (DM), which is also known as diabetes or blood sugar disease, is a group ofchronicdiseasescharacterizedbyan increaseinbloodsugarlevelsas aresultof a disturbance in the body's metabolic system, where the pancreas organ is unable to produce the hormone insulin according to the body's needs. One non- pharmacological method that can be used is providing autogenic relaxationtherapy for unstable blood glucose levels. This author aims to evaluate the effectiveness of autogenic therapy in the instability of blood glucose levels at Arifin Ahmad Hospital Pekanbaru. The results showed that in the application of autogenic relaxation therapy, there was a significant reduction in patients, where before carrying out the action of applying the autogenic relaxation technique itwas 324 g/dl after applying the autogenic relaxation technique to 230 g/dl which was carried out for 3 consecutive days. Based on these findings, it can be concluded that autogenic therapy has a positive influence in reducing the instability of blood glucose levels. It is hoped that educational institutions can expand information related to medical-surgical nursing care, patients gain knowledge about alternative blood glucose management, and Arifin Hospital can utilize these findings to improve nursing services at Arifin Ahmad Hospital, Riau Province.