Pengaruh Edukasi Melalui Media Sosial WhatsApp (MEWAH) Terhadap Pekanbaru Pengetahuan Tentang Diabetes Mellitus di Usia Muda di SMAN 5 kota Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Diabetes mellitus adalah penyakit tidak menular yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja, terutama mereka yang memiliki gaya hidup kurang sehat. Kurangnya edukasi menjadi salah satu faktor risiko utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media sosial WhatsApp (MEWAH) terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang diabetes mellitus di SMAN 5 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Teknik proportionate stratified random sampling digunakan untuk memilih 84 responden yang terbagi menjadi 42 kelompok kontrol dan 42 kelompok eksperimen. Instrumen penelitian menggunakan DKQ-24, dengan intervensi berupa informasi tentang diabetes mellitus yang diberikan hanya kepada kelompok eksperimen melalui WhatsApp. Hasil analisis menunjukkan rata-rata pengetahuan kelompok kontrol 16,05, sedangkan kelompok eksperimen 19,98, yang menunjukkan peningkatan signifikan. Uji Wilcoxon menghasilkan p-value 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi melalui WhatsApp terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Kesimpulannya, edukasi melalui media sosial efektif meningkatkan pengetahuan tentang diabetes mellitus. Remaja disarankan menerapkan gaya hidup sehat dan aktif mencari informasi, sementara guru dan orang tua diharapkan mendukung pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan.
Diabetes mellitus is a non-communicable disease characterized by high blood sugar levels. This disease can affect anyone, including children and adolescents, especially those with an unhealthy lifestyle. Lack of education is one of the main risk factors. This study aims to determine the effect of education through the WhatsApp social media platform (MEWAH) on increasing adolescents' knowledge about diabetes mellitus at SMAN 5 Pekanbaru. This research uses a true experimental design with a pretest-posttest control group design approach. The proportionate stratified random sampling technique was used to select 84 respondents, divided into 42 control group members and 42 experimental group members. The research instrument used was DKQ-24, with an intervention in the form of information about diabetes mellitus provided only to the experimental group via WhatsApp. The analysis results showed that the average knowledge score of the control group was 16.05, while the experimental group scored 19.98, indicating a significant improvement. The Wilcoxon test produced a p-value of 0.000 (<0.05), confirming a significant effect of education through WhatsApp on increasing adolescent knowledge. In conclusion, social media-based education effectively enhances knowledge about diabetes mellitus. Adolescents are encouraged to adopt a healthy lifestyle and actively seek information, while teachers and parents should support the use of social media as a health education tool.