Pengaruh Edukasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Tentang Skrining Tumbuh Kembang Balita Dengan Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) Di Desa Kepau Jaya Tahun 2024
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan kesehatan yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional. Pada tahun 2019, masih tingginya prevalensi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada balita terutama gangguan perkembangan motorik sebesar 27,5% atau sekitar 3 juta anak mengalami gangguan. Pemantauan perkembangan anak sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan perkembangan, yakni bisa dilakukan dengan Kuesioner Pra-skiring Perkembangan (KPSP) oleh kader posyandu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang KPSP di Desa Kepau Jaya . Jenis penelitian kuantitatif metode pre- eksperimen, desain one group pre and posttest. Populasi berjumlah 23, dengan sampel 23 orang yang diambil secara total sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan kader tentang KPSP saat pretest pengetahuan kurang yaitu sebanyak 21 orang (91,3%), dan pengetahun baik sebanyak 2 orang (8,7%). Sedangkan setelah diberikan edukasi tingkat pengetahuan kader hampir seluruhnya memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 20 orang (87%) dan terdapat 3 orang (13%) yang memiliki pengetahuan kurang. Hasil uji statistik p value 0,000<0,05 menunjukkan bahwa edukasi berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan kader tentang KPSP. Kader posyandu disarankan agar dapat lebih meningkatkan rasa ingin tahu dan rasa peduli yang lebih tinggi lagi terutama mengenai tumbuh kembang balita.
Good nutritional status is one of the determining factors for the success of health development that is inseparable from national development. In 2019, the prevalence of growth and development disorders in toddlers, especially motor development disorders, was still high at 27.5% or around 3 million children experienced disorders. Monitoring child development is very necessary to prevent developmental disorders, which can be done with the Pre-screening Development Questionnaire (KPSP) by Posyandu cadres. The purpose of this study was to determine the effect of education on increasing the knowledge of Posyandu cadres about KPSP in Kepau Jaya Village. The type of quantitative research is the pre- experimental method, one group pre and posttest design. The population was 23, with a sample of 23 people taken by total sampling. Univariate and bivariate data analysis used the Wilcoxon test. The results showed that the level of knowledge of cadres about KPSP during the pretest was lacking knowledge, namely 21 people (91.3%), and good knowledge was 2 people (8.7%). Meanwhile, after being given education, the level of knowledge of cadres almost all had good knowledge, namely 20 people (87%) and there were 3 people (13%) who had poor knowledge. The results of the statistical test p value 0.000 <0.05 showed that education had an effect on increasing cadre knowledge about KPSP. Posyandu cadres are advised to be able to increase their curiosity and higher sense of concern, especially regarding toddler growth and development.