Pengaruh Hydrotherapy (Rendam Kaki Air Hangat) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
ABSTRAK WHO (World Health Organization) menyebutkan bahwa hipertensi menyerang 22% penduduk dunia dan mencapai 36% angka kejadian di Asia Tenggara. Hipertensi juga menjadi penyebab kematian dengan angka 23,7% dari total 1,7 juta kematian di Indonesia. Pencegahan hipertensi bisa diatasi dengan pengobatan Non Farmakologis yaitu terapi tradisional Hydrotherapy (Rendam Kaki Air Hangat) dengan tujuan untuk mengetahui tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan Hydrotherapy (Rendam Kaki Air Hangat) dan mengetahui apakah ada pengaruhnya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan desain Quassy Eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest dilakukan pada tanggal 30 Mei – 06 Juni 2022 di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru sebanyak 15 responden. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata tekanan darah responden setelah melakukan Hydrotherapy (Rendam Kaki Air Hangat) turun, yang bisa dilihat dari nilai mean pre-test sistolik yaitu 152,80 turun menjadi 127,93 dan nilai mean post-test diastolik juga turun yaitu dari 97,07 menjadi 82,93 dan nilai P-value 0,000. Ada Pengaruh Hydrotherapy (Rendam Kaki Air Hangat) terhadap tekanan darah (sistolik dan diastolik) sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Dapat untuk dijadikan masukan bagi tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru dalam hal menangani pasien lansia penderita hipertensi dan menganjurkan agar pasien mau melakukan terapi tradisional yang salah satunya Hydrotherapy (Rendam Kaki Air Hangat) untuk menurunkan tekanan darah.
ABSTRACT WHO (World Health Organization) states that hypertension affects 22% of the world's population and reaches 36% of the incidence in Southeast Asia. Hypertension is also the cause of death with 23.7% of the total 1.7 million deaths in Indonesia. Prevention of hypertension can be overcome by non- pharmacological treatment, namely traditional hydrotherapy (warm foot soak) therapy with the aim of knowing blood pressure before and after hydrotherapy (warm foot soak) and knowing whether there is an effect. This type of research is quantitative using a Quassy Experiment design with a one group pretest-posttest approach. It was conducted on 30 May – 06 June 2022 in the Simpang Three Health Center Pekanbaru Working Area with 15 respondents. The results of this study showed that the average respondent's blood pressure after doing Hydrotherapy (Soak Foot Warm Water) decreased, which can be seen from the mean systolic pre-test value of 152.80 decreased to 127.93 and the post-diastolic mean value also decreased, namely from 97.07 to 82.93 and the P-value is 0.000. There is an effect of hydrotherapy (warm foot bath) on blood pressure (systolic and diastolic) before and after treatment. It can be used as input for health workers at the Simpang Three Health Center Pekanbaru in terms of dealing with elderly patients with hypertension and recommends that patients want to do traditional therapies, one of which is Hydrotherapy (Warm Foot Soak) to lower blood pressure.